Skandal Liburan Mewah: Presiden Iran Pecat Wakilnya yang Berlibur ke Antartika

Foto: Wapres Shahram Dabiri yang dipecat (situs resmi kepresidenan Iran)

Republish.id, INTERNASIONAL – Sebuah foto liburan mewah ke Antartika membuat kursi kekuasaan bergoyang di Iran. Presiden Masoud Pezeshkian resmi memecat salah satu dari 12 wakil presidennya, Shahram Dabiri, usai publik geger melihat potret sang pejabat berpose santai bersama istrinya di kapal pesiar mewah.

Pemecatan diumumkan saat Iran tengah terhimpit hiperinflasi dan krisis ekonomi yang melanda jutaan warganya.

Dalam surat resmi yang dipublikasikan kantor berita IRNA, Pezeshkian menekankan bahwa perjalanan mewah seorang pejabat negara, sekalipun dibiayai dari dana pribadi, tidak dapat dibenarkan di tengah kesulitan ekonomi rakyat.

Baca Juga :  Empat Raksasa LaLiga Siap Bersaing di Piala Super Spanyol 2026 Tengah Pekan

“Dalam konteks di mana tekanan ekonomi pada penduduk tetap tinggi, perjalanan rekreasi mahal oleh pejabat, bahkan jika dibayar dari kantong mereka sendiri, tidak dapat dipertahankan atau dibenarkan,” tegas Pezeshkian dalam suratnya.

Dabiri, yang menjabat Wakil Presiden untuk Urusan Parlementer, terlihat dalam foto berada di kapal pesiar Plancius berbendera Belanda, kapal yang menawarkan ekspedisi delapan hari ke Antartika dengan harga sekitar Rp 69 juta per orang.

Baca Juga :  Jelang Pesta Demokrasi, Joe Biden Umumkan Mundur dari PILPRES AS 2024

Meski ada klaim bahwa perjalanan itu dilakukan sebelum Dabiri menjabat pada Agustus 2024, publik tetap geram. Tekanan dari masyarakat, termasuk dari para pendukung Presiden sendiri, membuat Pezeshkian tak punya banyak pilihan selain mencopot orang kepercayaannya itu.

Ini bukan kali pertama Pezeshkian harus mengambil langkah tegas terhadap para pembantunya. Pada Maret 2025 lalu, Menteri Ekonomi Abdolnasser Hemmati juga dicopot menyusul merosotnya nilai tukar dan meroketnya inflasi.

Baca Juga :  Tragedi Boeing 737 Jeju Air: 120 Tewas dalam Kecelakaan di Bandara Muan

Sebagai catatan, Iran memiliki 12 wakil presiden yang mengelola urusan-urusan spesifik mulai dari parlemen, anggaran, hingga urusan perempuan dan keluarga. Selain itu, pemerintahan juga dibantu oleh 19 menteri, seorang sekretaris kabinet, dan kepala staf presiden.

Skandal ini menjadi ujian besar bagi Pezeshkian yang terpilih tahun lalu dengan janji besar: memulihkan ekonomi dan memperbaiki kehidupan rakyat Iran.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini