100 Titik Api Terdeteksi di Buol, Baru 29 Berhasil Dipadamkan

Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo saat memimpin Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Karhutla di Lapangan Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu, Kamis (17/9/2026). (Foto Humas).

Republish.id, SULTENG – Lebih dari 100 titik api terdeteksi di wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, hingga Kamis (17/9/2026), namun baru 29 titik yang berhasil dipadamkan tim gabungan dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Data tersebut disampaikan Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo saat memimpin Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Karhutla di Lapangan Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu, Kamis (17/9/2026).

Risharyudi menegaskan tingginya jumlah titik api yang masih aktif harus direspons dengan tindakan langsung di lapangan. Ia meminta seluruh pihak tidak hanya menjalankan kegiatan yang bersifat seremonial dalam menghadapi ancaman karhutla.

Baca Juga :  Satu Tahun Bowo–Nasir, Pemkab Buol Matangkan Penyajian Capaian Program

“Kita tidak bisa hanya jadi penonton. Jangan hanya menonton api menyala. Kita harus bertindak menjadi pemadam,” ujar Risharyudi dalam arahannya.

Ia meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, serta masyarakat untuk saling bahu-membahu mencegah api meluas hingga ke area permukiman dan lahan pertanian.

Masih adanya puluhan titik api yang belum tertangani juga menjadi perhatian terkait kesiapan personel, ketersediaan air, serta keterbatasan peralatan di lapangan. Kondisi geografis wilayah yang sulit dijangkau disebut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Baca Juga :  Buol Mantapkan Persiapan POPDA XXIV Sulteng 2026, Siap Sambut Ribuan Kontingen

Untuk memaksimalkan penanganan karhutla, Pemerintah Kabupaten Buol mendorong adanya transparansi data harian terkait perkembangan titik api sekaligus memperkuat tim siaga di tingkat desa.

Pembaruan data menjadi salah satu fokus penanganan dengan mempublikasikan perkembangan titik api serta area yang telah berhasil dipadamkan secara berkala.

Baca Juga :  Keuangan Daerah Dinilai Stabil, Kabupaten Buol Raih Predikat B IPKD 2024

Selain itu, penguatan di tingkat desa dilakukan melalui pembentukan tim tanggap darurat desa yang bertugas melakukan patroli dan pelaporan dini.

Dari sisi logistik, pemerintah daerah juga mendorong kesiapan armada, sumber air, dan peralatan pemadam di wilayah yang rawan terjadi karhutla.

Pemerintah Daerah Buol mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kemunculan titik asap untuk mencegah kebakaran meluas dan menjadi lebih besar.

Redaksi Republish.id