Republish.id, NASIONAL – Nama Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel kembali menjadi sorotan publik setelah dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelum kasus ini mencuat, Noel dikenal sebagai sosok blak-blakan yang kerap melakukan aksi langsung di lapangan dengan berbagai gebrakan kontroversial.
Beberapa langkahnya bahkan sempat menuai pujian sekaligus kritik, mulai dari membela buruh hingga mengkritisi perusahaan besar. Berikut rangkuman sejumlah langkah Noel sebelum akhirnya terjerat OTT KPK:
Janji carikan buruh Sritex pekerjaan
Noel berjanji akan membantu 10.665 karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kita juga mencari para kawan-kawan yang di PHK ini untuk mendapatkan pekerjaan di wilayah sekitar pabrik di situ. Yang jelas kita akan mencari lapangan industri yang membuka lapangan pekerjaan,” katanya di kantor Kemnaker, Jumat (28/2).
Meski sebelumnya sempat menyatakan tidak akan ada PHK, ribuan buruh tetap kehilangan pekerjaan. Pemerintah daerah bersama Disperinaker Sukoharjo kemudian mendata korban PHK dan menawari pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja Kemnaker.
Sidak ijazah pekerja ditahan perusahaan
Noel juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan UD Sentoso Seal, milik keluarga pengusaha Jan Hwa Diana, yang diduga menahan ijazah puluhan pekerja.
“Saya pikir Pak Wawali aja yang tidak dihargai, ternyata saya juga tidak dihargai. Nah, ini pelajaran untuk industrial yang lain juga. Jangan pernah menahan yang namanya ijazah. Itu pelanggaran hukum,” kata Noel, (17/4).
Kritik THR driver ojol Rp50 ribu
Noel sempat menyoroti perusahaan aplikator ojek online (ojol) yang hanya memberi bonus hari raya (BHR) Rp50 ribu kepada mitra pengemudi.
“Kalau itu (BHR Rp50 ribu) benar-benar terjadi, memalukan! Mending kita bikin seruan, ‘Pulangin saja duit Rp50 ribu!’,” ujarnya di Jakarta Selatan, Senin (24/3).
Ia menegaskan jumlah tersebut tidak manusiawi, bahkan mengancam akan menggalang aksi solidaritas bersama driver ojol.
“Negara ini mampu kok. Saya juga mampu sebagai wakil menteri, membalikkan Rp50 ribu itu. Jangan dihina lah bangsa ini! Karena driver ojek online itu adalah patriotik-patriotik bangsa ini, jangan dihina mereka. Kalau mereka (perusahaan) menghina, sama juga menghina negara ini,” tegas Noel.
Desak penghapusan syarat usia kerja
Selain itu, Noel juga menyoroti aturan batas usia maksimal dalam lowongan kerja yang dianggap menghambat masyarakat untuk mencari pekerjaan.
“Itu juga menjadi penghambat. Orang mau bekerja dihambat dengan syarat ketentuan umur,” kata Noel mengutip detikcom, Rabu (2/4).
Ia menilai kebijakan tersebut membuat banyak orang berusia 40–45 tahun kehilangan harapan. Namun, Noel mengakui wacana penghapusan syarat usia maksimal masih perlu ditindaklanjuti dalam bentuk regulasi.













Leave a Reply
View Comments