Republish.id, GORONTALO – Komunitas Tionghoa dari berbagai kelompok etnis merayakan puncak perayaan Tahun Baru Imlek dengan penuh semangat dalam Festival Cap Go Meh di Kota Gorontalo, Sabtu (24/2/2023) malam.
Pantauan media ini, acara tersebut sangat memukau warga dengan atraksi menarik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Tionghoa, diantaranya pertunjukan Tang Sin dan Barongsai.
Tang Sin, atau Louya sediri bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Dipercayai sebagai atraksi yang melibatkan individu yang dirasuki oleh roh leluhur, Tang Sin membawa nuansa mistis yang memberikan berkah dan perlindungan.
Tang Sin, atau Louya, memperlihatkan aksi luar biasa seperti berjalan di atas bara api, menusuk tubuh dengan benda tajam, dan bahkan memotong lidah dengan pisau, sebagai bentuk representasi orang-orang yang dirasuki roh leluhur.
Sebagai festival budaya, perayaan Cap Go Meh ini berhasil menarik perhatian warga Kota Gorontalo dan sekitarnya. Salah satunya adalah Nadin (19), pengunjung yang datang dari Limboto, Kabupaten Gorontalo.
“Perayaan ini tentu merupakan apresiasi penting terhadap keberagaman budaya, apalagi kita di Gorontalo macam macam suku dan agamanya, tetapi tetap bersatu dan saling mendukung apabila ada perayaan seperti ini,” kata Nadin.
Ia berharap pertunjukan yang memukau seperti ini dapat menjadi tradisi tahunan sehingga bisa menambah kekayaan budaya Gorontalo. Selain itu, kegiatan tersebut juga didukung oleh pemerintah dan pihak kepolisian.(*)












Leave a Reply
View Comments