Investasi Hampir Rp500 Miliar Masuk Boltara! Tambak Udang Modern Siap Dibangun di Biontong

Kunjungan lapangan Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, Moh. Rahmat Mulianda, bersama Bupati Bolaang Mongondow Utara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., ke lokasi rencana pembangunan tambak udang terintegrasi di Desa Biontong, Kecamatan Bolangitang Timur, (Foto Jefry/Republish.id)

Republish.id, BOLTARA – Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) bersiap menjadi pusat budidaya udang modern berbasis teknologi dan ramah lingkungan. Hal ini ditandai dengan kunjungan lapangan Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, Moh. Rahmat Mulianda, bersama Bupati Bolaang Mongondow Utara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., ke lokasi rencana pembangunan tambak udang terintegrasi di Desa Biontong, Kecamatan Bolangitang Timur, Jumat (13/2/2025).

Peninjauan tersebut turut dihadiri Direktur Pembiayaan dan Hibah Luar Negeri Bappenas Setyawati, jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Asisten Deputi Kelautan, Perikanan dan Kehutanan, Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Setneg, perwakilan Asian Development Bank, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu Manado, Sekretariat Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, serta pimpinan OPD terkait.

Baca Juga :  Bupati Boltara Tekankan Penguatan BLUD Puskesmas dan RSUD, Dorong Transaksi Non-Tunai

Lokasi Strategis untuk Budidaya Udang Modern

Desa Biontong diproyeksikan menjadi kawasan budidaya udang vaname berbasis teknologi modern dengan pendekatan ramah lingkungan. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu pengembangan kawasan perikanan budidaya skala besar di wilayah Sulawesi Utara.

Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, Moh. Rahmat Mulianda, menegaskan bahwa pengembangan tambak di Boltara harus dirancang secara matang agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kegiatan pertambakan ini harus dilakukan secara benar. Kita tidak ingin membuka lokasi secara tergesa-gesa. Tata ruang harus tepat, lingkungan mendukung, dan infrastrukturnya memadai agar proyek ini benar-benar berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Meriah dan Bermakna: HUT Bolmut ke-18, Bupati Serahkan 900 SK CPNS dan PPPK

Ia mengungkapkan proyek tersebut memiliki skala besar dengan nilai investasi mendekati Rp500 miliar. Karena itu, seluruh tahapan harus dipastikan berjalan akurat sebelum memasuki fase pembangunan.

“Sumber dananya cukup besar, sehingga kita harus berhati-hati dalam pelaksanaannya. Setelah perencanaan dimatangkan, kita akan segera mengeksekusi tanpa berlarut-larut, namun tetap dengan penuh keyakinan,” tambahnya.

Rahmat juga menilai lokasi yang telah ditinjau sangat kondusif dan memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya unggulan.

“Dari hasil peninjauan, lokasinya sangat mendukung. Mudah-mudahan dalam waktu dekat proses pembangunan bisa segera dimulai,” katanya.

Legalitas Lahan Tuntas, Siap Dieksekusi

Sementara itu, Bupati Bolaang Mongondow Utara, Dr. Sirajudin Lasena, memastikan seluruh aspek legalitas lahan telah diselesaikan. Sertifikat lahan bahkan telah terbit atas nama Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga :  Pj Bupati Bolmut Terima Kunker Pemkot Kotamobau

“Lahan sudah clear and clean, hak miliknya sepenuhnya berada pada KKP. Ini menjadi langkah penting agar proyek dapat segera berjalan tanpa hambatan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung realisasi proyek strategis nasional tersebut.

“Kami sangat mendukung proyek strategis nasional ini segera terealisasi di Boltara. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan investasi hampir setengah triliun rupiah dan dukungan lintas kementerian serta lembaga internasional, pembangunan tambak udang terintegrasi ini berpotensi menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi pesisir di Boltara.