WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Internasional, Korban Suspek Tembus Ratusan

Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus . (Foto: ANTARA/Xinhua).

Republish.id, INTERNASIONAL – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menyatakan risiko penyebaran Ebola berada pada tingkat tinggi secara nasional dan regional, namun masih rendah di tingkat global. Meski begitu, situasi tersebut ditegaskan belum masuk kategori darurat pandemi.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Rabu (20/5) mengatakan bahwa wabah Ebola di Democratic Republic of the Congo dan Uganda telah ditetapkan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Saat konferensi pers berlangsung, Tedros menjelaskan bahwa Komite Darurat WHO telah menggelar pertemuan pada Selasa (19/5) dan menyepakati penilaian sebelumnya terkait status darurat internasional tersebut, namun belum dikategorikan sebagai pandemi global.

Baca Juga :  Eropa Bersiap Masuk Konflik? Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Bela Sekutu Usai Serangan Balasan Iran

Sebelumnya, pada Minggu (17/5), Tedros lebih dulu mengumumkan status PHEIC untuk wabah Ebola di dua negara itu. Langkah tersebut menjadi pertama kalinya seorang kepala WHO menetapkan status darurat tanpa terlebih dahulu mengadakan rapat Komite Darurat.

WHO mencatat, hingga kini terdapat 51 kasus terkonfirmasi di provinsi Ituri dan Kivu Utara, RD Kongo. Tedros menyebut skala penyebaran di negara tersebut jauh lebih besar dibandingkan laporan awal.

Baca Juga :  Ramadan 2026 Makin Ketat! Arab Saudi Terapkan Aturan Baru Umrah, Jemaah Wajib Tahu Ini

Selain kasus terkonfirmasi, hampir 600 kasus suspek dan 139 kematian suspek juga telah dilaporkan. WHO memperkirakan angka itu masih akan terus bertambah karena virus diduga telah menyebar cukup lama sebelum wabah terdeteksi.

Tedros menegaskan bahwa tindakan cepat sangat diperlukan untuk mencegah lebih banyak korban jiwa sekaligus memperkuat respons internasional terhadap penyebaran virus mematikan tersebut.

WHO, lanjutnya, telah mengerahkan personel, peralatan, pasokan medis, serta dukungan dana guna membantu otoritas kesehatan di negara terdampak.

Baca Juga :  Terungkap, Ayah Jadi Kunci Penyerahan Diri Tyler Robinson, Tersangka Penembak Charlie Kirk

Di sisi lain, Uganda melaporkan dua kasus Ebola terkonfirmasi di ibu kota Kampala, termasuk satu korban meninggal dunia. Kedua pasien diketahui melakukan perjalanan dari RD Kongo ke Uganda.

Tedros juga mengungkapkan bahwa seorang warga negara Amerika Serikat yang bekerja di RD Kongo turut dinyatakan positif Ebola.

Untuk mendukung penanganan darurat, WHO menyetujui tambahan dana sebesar 3,4 juta dolar AS dari Dana Kontingensi untuk Keadaan Darurat, sehingga total bantuan yang dikucurkan mencapai 3,9 juta dolar AS.

Redaksi Republish.id