Pelajar SMP Asal Tombolango Hilang Terseret Arus di Bendungan Pangkusa

Foto Istimewa.

Republish.id, BOLTARA – Suasana haru menyelimuti warga Desa Tombolango, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, setelah seorang pelajar SMP bernama Nazar Muhammad Nur (15) diduga tenggelam di Bendungan Pangkusa, Kamis sore (21/05/2026).

Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 17.00 WITA saat mandi dan berenang bersama dua rekannya di lokasi bendungan. Hingga malam hari, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian bersama warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama dua rekannya datang dari Desa Tombolango menuju Bendungan Pangkusa sekitar pukul 15.30 WITA. Sesampainya di lokasi, mereka sempat duduk sambil menyaksikan anak-anak lain yang sedang mandi di sekitar bendungan.

Baca Juga :  28 Bidang Tanah di Bintauna Terima Sertifikat PTSL 2024, Musadia: “Wujud Kehadiran Negara”

Tak lama kemudian, korban melompat ke sungai. Namun derasnya arus membuat korban kesulitan mengendalikan diri di dalam air. Dua rekannya, Fadil Mokodompit (14) dan Zal Zali Patanga (16), berusaha memberikan pertolongan dengan berenang mendekati korban.

“Korban sempat ditarik dan dibantu menggunakan sebatang bambu oleh warga yang berada di sekitar lokasi. Namun karena arus sungai cukup deras dan tenaga mulai berkurang, korban kembali terseret ke tengah sungai hingga akhirnya tenggelam dan tidak terlihat lagi,” ungkap salah satu saksi.

Baca Juga :  Pemkab Bolmong Utara Genjot Swasembada Pangan Lewat Aksi Tanam Padi Bareng Warga

Kedua rekan korban mengaku terus berupaya membantu dari pinggiran bendungan. Akan tetapi derasnya arus membuat proses penyelamatan tidak berhasil.

Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Sangkub langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, sekaligus membantu proses pencarian bersama masyarakat.

Dari hasil sementara, korban diduga mengalami kelelahan saat mencoba melawan arus sungai yang deras sehingga tidak mampu menyelamatkan diri.

Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan keluarga korban dan instansi terkait guna memperluas pencarian. Tim SAR Kotamobagu bersama unsur gabungan lainnya dijadwalkan turun membantu proses pencarian menggunakan peralatan tambahan yang didatangkan dari Kotamobagu.

Baca Juga :  Bupati Boltara Pimpin Apel HARDESNAS 2026, Serahkan Lisensi K3 dan Bantuan Cegah Stunting

Hingga saat ini, pencarian terhadap korban masih terus berlangsung. Aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area sungai maupun bendungan, terutama ketika kondisi arus sedang deras.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami berharap korban segera ditemukan dan masyarakat dapat mengambil pelajaran agar lebih waspada saat berada di lokasi perairan,” ujar pihak kepolisian.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."