Trump Buka Suara soal Dana Iran Rp106 Triliun, Ada Syarat yang Jadi Sorotan

President Donald Trump arrives at the Chateau de Versailles in France on Wednesday.(Foto: Marc Piasecki / Getty Images)

Republish.id, INTERNASIONAL – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan tanggapan terkait rencana pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan. Nilai aset tersebut mencapai sekitar US$6 miliar atau setara Rp106 triliun dan saat ini tersimpan di Qatar.

Trump menyatakan dana yang dicairkan itu seharusnya digunakan untuk membeli kebutuhan pangan dari produk-produk Amerika Serikat. Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan manfaat bagi sektor pertanian AS sekaligus membantu kebutuhan pangan masyarakat Iran.

“Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan. Mereka memiliki 91 juta penduduk, mereka tidak mampu memberi makan semua warganya. Jadi, uang yang kami cairkan akan diberikan kepada para petani kami,” kata Trump, dikutip dari Reuters.

Pencairan aset Iran yang dibekukan menjadi salah satu poin dalam kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang dicapai dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  KPU Bolmut Matangkan Persiapan Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon

Trump juga menegaskan bahwa Iran harus menjalankan seluruh isi kesepakatan sesuai nota kesepahaman (MoU) yang ditandatanganinya bersama Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, di Paris.

“Jika Iran tidak memenuhi kesepakatan mereka, atau jika mereka tidak berperilaku baik, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan,” kata Trump.

Baca Juga :  Menuju Musda Ke-IV, KNPI Bolmut Siapkan Rapimpurda: Cegah OKP Abal-Abal dengan Syarat Ketat

Kesepakatan sementara AS-Iran tersebut ditandatangani pekan lalu, lebih dari tiga bulan setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah. Serangan dan aksi balasan yang terjadi turut berdampak pada stabilitas regional serta keamanan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Di sisi lain, Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki kewajiban untuk membeli produk maupun hasil pertanian dari Amerika Serikat berdasarkan nota kesepahaman yang berlaku saat ini.

Baca Juga :  Rektor UMGO: Oknum Dosen Selingkuhi Mahasiswi Sudah Dipecat

Menurut Hemmati, dana yang sebelumnya dibekukan tidak harus digunakan secara terbatas untuk kebutuhan pokok. Dana tersebut juga dapat dialokasikan untuk pembelian berbagai barang lain yang tidak termasuk dalam daftar sanksi internasional, sebagaimana dilaporkan media Iran, Tasnim.

Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan ribuan korban jiwa serta memaksa jutaan orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Situasi tersebut juga mengguncang pasar global dan turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.(*)

Redaksi Republish.id