Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru Lewat Ruang GTK, Targetkan 300 Ribu Pendidik pada 2026

Foto Istimewa.

Republish.id, NASIONAL – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses peningkatan kompetensi guru melalui Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) yang tersedia di kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan.

Program yang diluncurkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (9/7), ini memungkinkan guru di seluruh Indonesia mengikuti pelatihan secara daring maupun luring tanpa terkendala jarak, waktu, dan biaya perjalanan.

Melalui platform digital tersebut, guru dapat mengakses modul pembelajaran, video pembelajaran, serta penguatan materi bersama fasilitator tanpa harus meninggalkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memperluas pemerataan pengembangan kompetensi guru guna mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Baca Juga :  Belajar Sekolah Berubah Mulai April 2026, Ini Strategi Hemat Energi Pemerintah

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa guru memiliki peran sebagai agen pembelajaran sekaligus agen peradaban sehingga peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan guru yang profesional.

“Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan motorik murid. Namun, materi yang diajarkan harus memiliki nilai dan arah yang membentuk karakter. Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tapi yang mau belajar segalanya. Digitalisasi adalah arusnya, Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru,” tambah Menteri Mu’ti.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan PM-KKA yang telah dimulai sejak 2025 kini memasuki tahap penguatan.

Jika sebelumnya berfokus pada penyiapan dan percontohan, pada 2026 pelaksanaannya diarahkan untuk memperkuat implementasi berbasis mata pelajaran dengan mengoptimalkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai pusat inovasi pembelajaran.

Baca Juga :  Pencarian AKP Tomi Marbun: TNI-Polri Bersatu Hadapi Tantangan di Teluk Bintuni
Foto Istimewa.

“Kita ingin memastikan bahwa filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar hadir di ruang-ruang kelas, bukan berhenti sebagai konsep di atas kertas,” ujar Dirjen Nunuk.

Pelatihan PM-KKA 2026 dilaksanakan melalui dua jalur utama. Jalur pertama adalah pelatihan reguler secara luring melalui forum Kelompok Kerja menggunakan metode Teacher Experimental Training (TET), yang menjadikan sekolah sebagai laboratorium pembelajaran untuk merancang solusi atas tantangan di kelas, mempraktikkannya, lalu melakukan refleksi bersama rekan sejawat. Pelaksanaan jalur ini memanfaatkan kebijakan Hari Belajar Guru yang diselenggarakan satu kali setiap pekan.

Sementara itu, jalur kedua dilakukan secara daring melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Jalur ini terdiri atas fitur Pelatihan Mandiri yang memungkinkan guru belajar kapan saja dan di mana saja melalui modul, video pembelajaran, serta webinar bersama fasilitator.

Baca Juga :  Puan Maharani Desak Keadilan bagi Guru Supriyani, Tolak Intervensi Berlebihan

Selain itu, tersedia pula Diklat Bauran melalui Learning Management System (LMS) yang menggabungkan pembelajaran mandiri dengan pendampingan yang lebih terstruktur melalui webinar.

Melalui kombinasi pelatihan luring dan daring tersebut, Kemendikdasmen menargetkan lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dapat mengikuti PM-KKA sepanjang 2026.

Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pengembangan kompetensi guru agar semakin merata dan berkualitas.

Melalui pelatihan yang dapat diakses secara fleksibel, diharapkan para guru mampu menguasai fondasi konseptual PM-KKA yang bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung di ruang-ruang kelas di seluruh Indonesia.(*)

Redaksi Republish.id