Republish.id, BITUNG – insiden Anggota DPRD Kota Bitung Ramlan Ifran yang nyaris tertelan paku tripleks didalam kue panada yang disajikan sebagai konsumsi oleh Bagian Umum Pemkot Bitung kepada para tamu undangan di Upacara HUT RI ke-81 di Lapangan Upacara Kantor Walikota Bitung, Senin (17/8/2026), belum selesai.
Persoalan memalukan yang mencoreng nama Pemkot Bitung itu seakan dianggap remeh oleh Kabag Umum, Estefanus Tacazily alias Cinong.
Betapa tidak, informasi yang diperoleh media ini. Pihak rekanan yang menyediakan konsumsi tersebut telah beritikad baik ingin bertemu langsung dengan Ramlan Ifran untuk meminta maaf secara langsung dan membicarakan masalah tersebut secara baik-baik agar kedepan tidak terjadi lagi hal seperti itu.

Namun, sayangnya pertemuan itu harus batal akibat dari sikap Kabag Umum Estefanus Tacazily yang dinilai ingin “cuci tangan” dari insiden tersebut.

Ramlan Ifran yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Bitung bahkan menyayangkan dan mempertanyakan sikap Kabag Umum Estefanus Tacazily, yang disebut tidak bersedia hadir dalam pertemuan antara dirinya dengan pihak rekanan penyedia makanan.

Padahal, kata Ramlan, pihak rekanan telah menghubunginya dan menyatakan itikad baik untuk bertemu serta membicarakan persoalan tersebut.
Namun pertemuan itu belum dilakukan. Ramlan memilih menundanya karena meminta Estefanus Tacazily ikut hadir.
“Saya sudah dihubungi oleh pihak rekanan pembuat kue itu untuk membicarakan masalah tersebut. Namun, saya masih menundanya. Sebab Kepala Bagian Umum yang harusnya bertanggung jawab dalam insiden ini tidak mau hadir dalam pertemuan itu,” kata Ramlan.
“Makanya saya menolak untuk bertemu kalau tidak ada Kabag Umum. Karena dialah orang yang paling bertanggung jawab,” tambahnya.
Menurut Ramlan, kehadiran Kabag Umum bukan untuk mencari siapa yang salah. Pertemuan tersebut justru diperlukan agar persoalan bisa dibicarakan secara terbuka dan menjadi bahan evaluasi.
Ia ingin kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam kegiatan pemerintah daerah, terlebih konsumsi tersebut diberikan kepada para tamu undangan.
“Supaya ke depan kita bisa lebih memperbaiki dan memperhatikan penyajian konsumsi untuk para tamu undangan di kegiatan-kegiatan penting. Ini juga menjadi bahan evaluasi untuk Kabag Umum dan jajarannya agar tidak teledor lagi,” ujarnya.
Ramlan kemudian mempertanyakan bagaimana evaluasi bisa dilakukan jika pejabat yang menurutnya bertanggung jawab justru tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
“Bagaimana mau kita bicara evaluasi kalau Kabag Umum sendiri tidak mau hadir. Ini kan sama saja mau lepas tanggung jawab,” tegasnya.
Ia menilai pejabat yang bertanggung jawab terhadap kegiatan harus berani menghadapi persoalan ketika terjadi kesalahan, terlebih kejadian tersebut menyangkut makanan yang dikonsumsi tamu undangan.
“Artinya dia tidak mau belajar dari kesalahannya untuk memperbaiki persoalan yang dia timbulkan. Seharusnya Kabag Umum itu punya rasa tanggung jawab. Bukan malah seakan mau lari dari tanggung jawab,” kata Ramlan.
Sebelumnya, Ramlan mengaku menemukan paku tripleks di dalam kue panada yang disajikan dalam kotak konsumsi. Saat itu, ia sempat mengira benda keras tersebut merupakan tulang. Setelah diperiksa, benda tersebut ternyata paku tripleks.
Ramlan pun mengaku sempat marah karena benda tersebut berpotensi membahayakan orang yang mengonsumsi makanan.
Sementara itu, Kabag Umum Estefanus Tacazily saat dihubungi media ini berulang kali untuk dikonfirmasi terkait persoalan tersebut enggan memberikan tanggapan hingga berita ini terbit.


















Leave a Reply
View Comments