Republish.id, SULTENG – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buol masa khidmat 2026–2030 resmi dikukuhkan melalui prosesi pengukuhan dan pengambilan sumpah yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Buol di aula lantai dua Kantor Bupati Buol, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Buol, Ketua MUI Provinsi Sulawesi Tengah Kiyai Haji Dottorandur As’ad Syukur, M.Pd., pengurus MUI Kabupaten Buol yang dikukuhkan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, serta para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj Daimaroto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh pengurus MUI Kabupaten Buol yang baru dikukuhkan.
Ia menilai MUI memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat, khususnya sebagai tempat untuk memperoleh nasihat, bimbingan dan solusi terhadap berbagai persoalan keagamaan maupun sosial.
“Hubungan antara ulama dan umara (pemerintah) merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat. Pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diiringi dengan pembangunan karakter, nilai-nilai agama, serta kualitas moral,” ujar Wakil Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menitipkan empat pesan kepada pengurus MUI Kabupaten Buol. Pertama, MUI diminta hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat melalui nasihat serta keteladanan, bukan sekadar dikenal karena jabatan organisasi.
Kedua, pengurus MUI diharapkan memperkuat ukhuwah Islamiyah dengan menjaga persatuan umat serta menjadikan perbedaan sebagai ruang untuk saling menghormati.
Ketiga, MUI diminta ikut melakukan pembinaan terhadap generasi muda, terutama dalam membentengi mereka dari pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.
Keempat, sinergi dan komunikasi dengan Pemerintah Daerah, Forkopimda serta berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat untuk menciptakan kehidupan daerah yang aman dan harmonis.
Pada akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan pantun yang menekankan pentingnya persatuan antara ulama dan umara dalam mewujudkan Kabupaten Buol yang maju dan penuh keberkahan.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Kiyai Haji As’ad Syukur, M.Pd., memberikan apresiasi atas terlaksananya pengukuhan kepengurusan MUI Kabupaten Buol masa khidmat 2026–2030.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan peran ulama sebagai pengayom umat atau khadimul ummah, sekaligus mitra kritis dan strategis pemerintah atau shadiyqul hukumah.
Ia berharap pengurus MUI Kabupaten Buol yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, tetap menjunjung tinggi independensi ulama, serta aktif menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama di wilayah Sulawesi Tengah.
Ketua MUI Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, D.H., M.H., yang baru dikukuhkan, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan para ulama serta masyarakat Kabupaten Buol.
Ia menegaskan kesiapan MUI Kabupaten Buol untuk aktif merangkul seluruh elemen masyarakat, memperkuat pendidikan keagamaan dan menjadi benteng moral bagi generasi muda.
Moh. Yamin juga menyatakan komitmennya membangun sinergi yang harmonis dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buol. Sinergi tersebut diarahkan untuk memberikan masukan-masukan keagamaan yang sejuk demi kemaslahatan bersama.












Leave a Reply
View Comments