Sirajudin Lasena Jadi Tersangka KPK, PDIP Pastikan Bupati Boltara Bukan Kader

Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi dan Keanggotaan Andreas Hugo Pareira, (Foto: Doc. Detikcom).

Republish.id, NASIONAL – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Di tengah penetapan tersebut, PDI Perjuangan (PDI-P) memastikan Sirajudin bukan kader partai dan hanya pernah diusung dalam Pilkada 2024 bersama PPP.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo setelah meminta konfirmasi kepada Ketua DPD PDIP Sulawesi Utara, Olly Dondokambey. Menurut Andreas, Sirajudin merupakan aparatur sipil negara (ASN).

“Setelah dicek dan dijelaskan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara Olly Dondokambey, ternyata Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena, yang di-OTT KPK ini, latar belakangnya adalah ASN, bukan kader PDI Perjuangan,” kata Andreas kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga :  Kapolres Bolmong Utara Pimpin Tabur Bunga HUT ke-81 RI di Batu Pinagut

Andreas mengatakan Sirajudin tidak pernah memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP. Selain itu, Sirajudin disebut tidak pernah terlibat dalam kegiatan partai.

“Menurut Olly, beliau pernah diusung oleh PDI Perjuangan dan PPP dan terpilih untuk menjadi Bupati Bolaang Mongondow Utara, tetapi tidak pernah mempunyai KTA PDI Perjuangan dan tidak pernah juga terlibat dalam kegiatan partai,” ujarnya.

Baca Juga :  Tragis! Siswi SMA di Bolmut Gantung Diri Usai Ditegur Keluarga karena Bersama Pacar

“Menurut Olly, setelah pelantikan, komunikasi saja tidak pernah,” sambung dia.

Sebelumnya, OTT KPK terhadap sejumlah pihak tersebut dilakukan pada Senin (21/9/2026). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan para pihak yang terjaring diamankan di sejumlah lokasi, termasuk Bupati Sirajudin yang ditangkap di Jakarta.

“Di mana dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah total 14 orang, yakni 5 orang diamankan di Jakarta, salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara atau Boltara,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (21/9).

Baca Juga :  Sebanyak 102 Sangadi Bolmut Dikukuhkan Besok

Selain Bupati Sirajudin, penyidik KPK mengamankan 13 orang lainnya. Lima orang diamankan di Jakarta bersama Sirajudin, delapan orang di wilayah Boltara, dan satu orang lainnya di Gorontalo.

“Lima orang diamankan di Jakarta, salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara atau Boltara, salah satu kabupaten di wilayah Sulawesi Utara. Kemudian, delapan orang diamankan di wilayah Sulawesi Utaranya, di antaranya di Kabupaten Boltara itu sendiri, dan satu orang lainnya diamankan di wilayah Gorontalo,” pungkas Budi.

Redaksi Republish.id