Tragis! Siswi SMA di Bolmut Gantung Diri Usai Ditegur Keluarga karena Bersama Pacar

Foto Ilustrasi.

Republish.id, BOLMUT – Warga Desa Langi, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), digemparkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang siswi SMA bernama Alinza Lalisu (16). Korban ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamar rumahnya, Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WITA.

Ipda Rommy Pangalila, Kasi Humas Polres Bolmut, membenarkan kejadian ini dan menyampaikan kronologis serta hasil pemeriksaan awal dari pihak kepolisian dan medis.

Baca Juga :  3 Anggota Polda Gorontalo Dipecat akibat Pelanggaran Etik

“Korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan tali yang sudah tergantung di dalam kamar korban,” ungkap Ipda Rommy.

Menurut kesaksian sang ibu, saat itu keluarga tengah melakukan musyawarah di dapur, sementara Alinza masuk ke kamar bersama adiknya yang berusia 3 tahun.

Tak lama, terdengar tangisan dari dalam kamar, namun saat hendak masuk, pintu kamar terkunci dari dalam. Setelah dibuka, korban ditemukan dalam kondisi tergantung dan sudah tidak bernyawa. Teriakan panik dari sang ibu memanggil keluarga lain, yang langsung berusaha menolong korban.

Baca Juga :  Sebut Wartawan Suka Cari Duit dengan Fitnah, Rum Pagau Bakal Dipolisikan

Hasil pemeriksaan dari RSUD Bolmut oleh dr. Abing Pontoh menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Mayat masih dalam kondisi belum terlalu kaku dan ditemukan bekas lilitan tali di bagian leher.

Berdasarkan informasi dari keluarga, korban diketahui sempat mendapat tekanan emosional setelah dipergoki sedang bersama pacarnya di dalam rumah.

Baca Juga :  Jelang Nataru Korlantas Siapkan Operasi Zebra 2025, Fokus Edukasi dan Penertiban Balap Liar

Keluarga kemudian merencanakan pertemuan dengan pemerintah desa dan pihak keluarga pacar korban untuk membahas langkah selanjutnya. Namun, sebelum pertemuan itu berlangsung, korban ditemukan telah mengakhiri hidupnya.

Pihak kepolisian telah mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, dan menghubungi tim medis. Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi.

Polisi terus berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mendalami lebih lanjut motif dan kondisi psikologis korban sebelum kejadian.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini