REPUBLISH.ID, BITUNG – Kapal tanker MT MIKA ZAYN terbakar secara misterius saat bersandar di Dermaga PT Multi Nabati Sulawesi (MNS), Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Pihak kepolisian hingga kini belum bisa memastikan penyebab terbakarnya kapal pengangkut minyak kelapa mentah tersebut.
Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Kepulan asap tebal tiba-tiba membubung dan memicu kepanikan di kawasan dermaga.
”Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Setelah kondisi lokasi dinyatakan aman, Tim Inafis Polres Bitung akan melakukan olah TKP,” kata Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho melalui Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai dalam siaran pers, Senin (2/11/2026).
Anggai menjelaskan, pihak kepolisian belum mau berspekulasi mengenai pemicu amukan si jago merah. Petugas kata Anggai, masih akan mengumpulkan barang bukti serta menginterogasi para saksi.
”Disertai pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut,” terangnya.
Ia membeber, dari keterangan awal sejumlah awak kapal, titik asap misterius itu pertama kali muncul dari bagian bawah area kamar mesin.
“Awak kapal sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun kobaran api justru makin membesar.
Asap pekat yang terus membubung membuat ABK terpaksa melompat dan menyelamatkan diri ke daratan untuk meminta bantuan,” bebernya.
Lanjut Anggai, proses pemadaman berlangsung cukup rumit dan memakan waktu hingga malam hari. Petugas gabungan dari Basarnas, Polairud, KSOP, hingga BPBD mengerahkan empat unit kapal tugboat dan speedboat patroli untuk menembakkan air ke badan kapal.
”Upaya pemadaman sempat menghadapi kendala karena titik api berada di bagian atap atau plafon ruang kru kapal yang berbahan asbes,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski penyebab kebakaran itu masih dalam tahap penyelidikan. Ia memastikan seluruh awak kapal berhasil selamat.”Ada tujuh ABK dievakuasi ke kantor Husada PT MNS untuk menjalani pemeriksaan kesehatan karena sesak napas akibat asap,” katanya.
Pihaknya juga mengimbau seluruh pengelola kapal di wilayah perairan Bitung untuk memperketat pengecekan instalasi kelistrikan serta kelengkapan alat pemadam kebakaran.
“Hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa,” pintanya.









Leave a Reply
View Comments