Republish.id, GORONTALO – Pemerintah daerah, bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), baru saja mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden penyebaran video yang melibatkan seorang anak yatim piatu sebagai korban tindakan tidak pantas oleh oknum guru. Insiden ini telah menyebar di media sosial dan menuai perhatian masyarakat.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh pejabat daerah, langkah-langkah telah diambil untuk melindungi korban, termasuk pendampingan oleh dinas terkait.
“Kami pemerintah daerah menghimbau kepada seluruh warga untuk dapat menjadi cerdas dalam menggunakan media sosial,” ujar salah satu pejabat pemerintah daerah dalam pernyataan resminya pada akun tiktok HarisSTome, Rabu (25/9/2024).
Pemerintah menegaskan bahwa proses pendampingan kepada korban dan keluarganya terus berjalan, sementara pemeriksaan juga sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.
BACA JUGA: Guru di Gorontalo Jadi Tersangka Kasus Video Syur, Terancam 15 Tahun Penjara
Pemerintah daerah menghimbau agar masyarakat bertindak bijak dalam menggunakan media sosial. Penyebaran video yang melibatkan korban telah dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Oleh karena itu, seluruh masyarakat yang telah menyebarkan video tersebut diminta untuk segera menghapusnya guna menghindari proses hukum lebih lanjut.
“Kami menghimbau dengan sangat rendah hati untuk segera menghapus atau menghilangkan postingan-postingan maupun distribusi videonya sebelum proses hukum yang akan berlanjut.” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari PPA menyampaikan bahwa pendampingan terhadap korban dimulai sejak hari sebelumnya dan akan terus dilanjutkan hingga kondisi anak dapat sepenuhnya terjaga dari tekanan mental maupun psikologis yang mungkin timbul akibat peredaran video tersebut.
BACA JUGA: Viral Video Diduga Oknum Guru dan Siswi di Gorontalo, Tuai Kecaman
Sekolah, pihak Kementerian Agama, dan PPA terus berkoordinasi untuk menangani masalah ini secara komprehensif.
“Kami dari pihak PPA sudah mengadakan pendampingan terhadap korban. Insyaallah kami akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, pihak Kemenag. supaya dia tidak terlanjur kepada hal-hal yang fatal,” ujarnya.
Pemerintah berharap, insiden ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama anak-anak dan orang tua, untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
Sebagai penutup, mereka kembali menghimbau agar video yang telah tersebar segera dihapus, serta meminta masyarakat untuk turut melindungi korban dari tekanan yang lebih lanjut.
“Kami menghimbau agar orang tua bisa menjadi teman anak di rumah sehingga anak-anak tetap berada dalam lingkungan yang aman.” pungkasnya.
Pemerintah juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah bergerak cepat dalam menangani kasus ini. Mereka berharap agar masyarakat dapat terus memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak di rumah guna menjaga mereka tetap berada di jalur yang benar.











Leave a Reply
View Comments