Republish.id, GORONTALO – Meski dikenal kritis terhadap proyek-proyek besar yang berpotensi merugikan masyarakat dan lingkungan, Koordinator Isu Politik dan Demokrasi BEM Provinsi Gorontalo, Verdiansyah Usman menyatakan apresiasinya terhadap langkah-langkah yang diambil PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Gorontalo.
Pernyataan ini menyusul kunjungan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah ke Kabupaten Pohuwato pada 13 Mei 2025 lalu.
Kunjungan tersebut berfokus pada sektor energi terbarukan, di mana secara simbolis dilepas ekspor 10.000 ton kayu pellet tujuan Jepang dan Korea Selatan dari Pelabuhan Lalape.
“Sebagai aktivis, tugas kami adalah mengkritisi. Tapi kami juga harus objektif dan adil. Ketika ada perusahaan yang memberi dampak positif seperti kontribusi terhadap ekspor dan tenaga kerja lokal, sudah sepatutnya diberikan apresiasi,” ujar Verdiansyah.
Verdiansyah menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo yang mencapai 6,07 persen dan masuk empat besar nasional tidak lepas dari peran investasi sektor energi seperti yang dilakukan PT BJA.
“Investasi di sektor energi bersih seperti biomassa ini bisa menjadi contoh. Asal tetap diawasi aspek keberlanjutannya, maka kita perlu mendukungnya. Ini bukan sekadar bisnis, tapi juga masa depan lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar,” lanjutnya.
PT Biomasa Jaya Abadi diketahui telah mengekspor kayu pellet ke luar negeri sebanyak 34 kali, dengan nilai ekspor lebih dari Rp 780 miliar. Investasi perusahaan mencapai Rp 1,52 triliun dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di kawasan barat Gorontalo.
Namun, Verdiansyah juga mengingatkan agar pemerintah dan perusahaan tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat dan mahasiswa, serta menjamin prinsip transparansi dan keberlanjutan dalam operasional.
Dukungan dari kalangan aktivis ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil dapat terjalin, selama pembangunan berjalan dengan prinsip tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.
“Kami tetap akan mengawal. Tapi perlu ditekankan, kritik dan dukungan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Justru saling melengkapi demi pembangunan yang adil dan lestari,” pungkasnya.(*)












Leave a Reply
View Comments