AS Sebut Israel dan Hamas Hampir Capai Kesepakatan Gencatan Senjata

Juru Bicara Gedung Putih John Kirby. (Foto: AFP/Andrew Caballero-Reynolds)
Juru Bicara Gedung Putih John Kirby. (Foto: AFP/Andrew Caballero-Reynolds)

Republish.id, NASIONAL – Amerika Serikat menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza semakin dekat untuk terwujud.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih, John Kirby, yang menyebut semua pihak kini hampir mencapai titik temu.

“Kami percaya – dan pihak Israel telah mengatakan hal ini – bahwa kami semakin dekat, dan tidak diragukan lagi, kami percaya hal itu, tetapi kami juga berhati-hati dalam optimisme kami,” ujar Kirby, Selasa (17/12).

Baca Juga :  SpaceSail China Tantang Starlink, Persaingan Internet Satelit Makin Panas

Kirby menambahkan bahwa ada pengalaman sebelumnya di mana upaya perdamaian gagal di tahap akhir, sehingga penting untuk tetap realistis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan sedang menuju Kairo, Mesir, untuk menghadiri perundingan kesepakatan gencatan senjata.

Sumber-sumber menyatakan bahwa kesepakatan ini kemungkinan akan diteken dalam beberapa hari mendatang.

Namun, Kirby enggan mengomentari langsung soal perjalanan Netanyahu ke Kairo.

Baca Juga :  Wabah Virus HMPV Serang China: Gejala, Risiko, dan Langkah Pencegahan

“Kami pernah berada di posisi ini sebelumnya di mana kami tidak mampu melewati garis finis,” ungkapnya.

Pihak Hamas juga mengindikasikan bahwa kesepakatan terkait gencatan senjata dan pembebasan sandera bisa tercapai jika Israel menghentikan pengajuan syarat-syarat baru.

Menteri Pertahanan Israel, Katz, sebelumnya menyebut bahwa negosiasi saat ini adalah yang paling mendekati kesepakatan selama konflik berlangsung.

“Kami belum sedekat ini dengan kesepakatan mengenai sandera sejak negosiasi sebelumnya,” ujar Katz dilansir AFP, Selasa (17/12).

Baca Juga :  Bawa Timnas Spanyol Juara Euro 2024, Mikel Merino akan direkrut Arsenal

Perang antara Hamas dan Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan ribuan warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Pada November 2023, gencatan senjata selama satu minggu berhasil membebaskan 105 sandera, sebagian besar warga Israel, serta beberapa pekerja Thailand.

Pembebasan sandera tersebut dilakukan dalam pertukaran dengan kebebasan 240 tahanan Palestina di penjara Israel.(*)

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini