Tragedi Boeing 737 Jeju Air: 120 Tewas dalam Kecelakaan di Bandara Muan

Republish.id, INTERNASIONAL – Sebuah pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Jeju Air mengalami kecelakaan tragis di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan, pada Minggu (29/12).

Pesawat dengan nomor penerbangan 7C2216 itu dilaporkan melakukan pendaratan darurat tanpa roda (belly landing), keluar dari landasan pacu, menabrak pagar pembatas, dan akhirnya meledak.

Menurut laporan awal, kecelakaan ini terjadi setelah pesawat lepas landas dari Bangkok, Thailand. Insiden bermula ketika sekawanan burung menabrak salah satu mesin pesawat, menyebabkan mesin terbakar.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Indonesia 8-14 November, Waspada Gorontalo

Saat mendarat sekitar pukul 09.00 waktu setempat, pesawat kehilangan kendali hingga terjadinya kecelakaan fatal.

Korban jiwa terus bertambah. Hingga laporan terakhir pukul 14.42 waktu setempat, Badan Pemadam Kebakaran Korea menyatakan 120 dari total 181 orang di dalam pesawat telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Dukung Akses Wisata Jawa Tengah–Jawa Timur, JTT Dorong Kenyamanan Perjalanan Wisata Solo–Ngawi

Sementara itu, tiga penumpang berhasil diselamatkan, dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.

Rincian korban tewas yang ditemukan sejauh ini meliputi 62 jenazah, terdiri atas 25 laki-laki dan 37 perempuan. Sebagian besar penumpang adalah warga negara Korea Selatan, dengan tiga di antaranya warga negara Thailand.

Penjabat Presiden Korea Selatan, Choi Sang-mok, telah memerintahkan upaya maksimal untuk operasi penyelamatan dan investigasi insiden ini.

Baca Juga :  Penarikan Mobil Secara Sepihak, Yumi Bonde Warga Lolak Akhirnya Menempuh Jalur Hukum

Video yang beredar memperlihatkan pesawat mengeluarkan asap tebal dari mesinnya sebelum akhirnya dilalap api.

Hingga saat ini, proses evakuasi dan investigasi penyebab pasti kecelakaan masih berlangsung. Aparat berwenang dan petugas pemadam kebakaran bekerja keras di lokasi kejadian untuk menemukan korban serta mengumpulkan bukti terkait insiden tersebut.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."