Inggris Bantah Tuduhan Rusia Tentang 6 Diplomatnya Jadi Mata-mata

Ilustrasi bendera inggris. (iStock)
Ilustrasi bendera inggris. (iStock)

Republish.id, INTERNASIONAL – Pemerintah Inggris dengan tegas menolak klaim Rusia yang menuduh enam diplomat Inggris di Moskow terlibat dalam kegiatan mata-mata.

London menyatakan bahwa tuduhan tersebut “sepenuhnya tak berdasar” dan hanya merupakan langkah balasan dari Rusia terhadap negara-negara Barat.

Dalam pernyataan resminya, Kantor Persemakmuran dan Pembangunan Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa tindakan Rusia ini adalah upaya pembalasan.

“Kami tetap pada komitmen kami untuk melindungi kepentingan nasional,” ujar pernyataan tersebut.

Baca Juga :  OpenAI Rilis ChatGPT Atlas: Browser AI Penantang Chrome, Buka Akses Konten Dewasa

Pernyataan dari pihak Inggris muncul setelah Rusia mengumumkan pencabutan izin kerja untuk enam diplomat Inggris.

Rusia menuduh para diplomat ini terlibat dalam spionase yang membahayakan keamanan nasional.

Dinas Keamanan Negara Rusia (FSB) menyebut bahwa langkah ini diambil karena diplomat Inggris dianggap “mengancam stabilitas keamanan”.
“Sebagai respons terhadap tindakan-tindakan yang tak bersahabat dari London, Kementerian Luar Negeri Rusia mencabut akreditasi enam staf Kedutaan Besar Inggris,” jelasnya.

Baca Juga :  Trump Sindir Serangan Iran: Lemah dan Tak Serius

Selain itu, FSB menuding para diplomat tersebut terlibat dalam “kegiatan subversif dan pengumpulan informasi intelijen.”

Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Barat, termasuk Inggris, agar tidak memberikan senjata jarak jauh kepada Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia.

Putin menegaskan bahwa hal tersebut akan dianggap sebagai deklarasi perang terhadap Rusia.

Hubungan antara Inggris dan Rusia memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Mei lalu, Inggris mengusir salah satu diplomat Rusia, Kolonel Maxim Elovik, yang sudah bertugas sejak 2014 atas tuduhan spionase.

Baca Juga :  Terlihat Kumuh dan Kotor, Gedung PKM Kampus II Diharapkan Bisa Difungsikan Kembali

Selain pengusiran, Inggris juga telah menutup sejumlah kantor diplomatik Rusia dan memberlakukan pembatasan visa bagi diplomat Rusia.

Ketegangan antara kedua negara ini semakin memanas sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Inggris menuduh Rusia mencaplok wilayah Ukraina, sementara Rusia mengklaim Inggris terlibat langsung dalam konflik tersebut dengan terus menyuplai senjata ke Ukraina.

 

*Baca selengkapnya di Sini

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini