Bawaslu Kabgor Hentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada, Ini Alasannya

Bawaslu Kabupaten Gorontalo mengentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada karena tidak menemukan cukup bukti untuk menyatakan terlapor memenuhi unsur pelanggaran pidana pemilihan.(Foto : Ist.)
Bawaslu Kabupaten Gorontalo mengentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada karena tidak menemukan cukup bukti untuk menyatakan terlapor memenuhi unsur pelanggaran pidana pemilihan.(Foto : Ist.)

Republish.id, GORONTALO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo memutuskan menghentikan proses laporan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilihandi wilayah itu.

Penghentian proses laporan dengan nomor register 003/REG/LP/PB/29.04/XI/2024 ini dilakukan pada Selasa (26/10/2024).

Keputusan tersebut diambil setelah melalui pembahasan intensif bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang melibatkan pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo.

Baca Juga :  Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Jurnalis Gorontalo Gelar Unjuk Rasa

Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Wahyudin Akili, mengungkapkan bahwa laporan ini awalnya menduga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo telah melakukan praktik politik uang serta memanfaatkan fasilitas keuangan negara.

Dalam prosesnya, Bawaslu merujuk pada ketentuan Pasal 187A ayat (1) Undang-Undang Pemilihan, yang menyebutkan ancaman pidana penjara dan denda berat bagi pelaku politik uang, baik langsung maupun tidak langsung, untuk memengaruhi pilihan pemilih.

Baca Juga :  PKS Buol Kenalkan Anwar-Reni dengan Contoh Pencoblosan

Wahyudin mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari 1 orang pelapor, 6 orang saksi dan 2 orang ahli yakni Ahli Pidana dan ITE hingga memeriksa bukti yang diajukan pelapor.

Baca Juga :  Presiden AS Joe Biden Sebut Tindakan Israel di Gaza Berlebihan

Meskipun telah memeriksa bukti dan meminta keterangan dari pihak terkait, hingga batas waktu yang ditentukan, Sentra Gakkumdu tidak menemukan cukup bukti untuk menyatakan terlapor memenuhi unsur pelanggaran pidana pemilihan.

Dengan demikian, kata Wahyudin, laporan tersebut dihentikan prosesnya.(*)

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."