Belasan Pengungsi Banjir di Agam Keracunan Usai Santap Makanan Dapur Umum, Dinkes Lakukan Investigasi

Foto Ilustrasi.

Republish.id, NASIONAL – Sebanyak 11 warga terdampak banjir bandang yang mengungsi di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dilaporkan mengalami keracunan makanan. Peristiwa ini terjadi setelah para korban menyantap hidangan dari dapur umum, termasuk menu pecel lele, sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Agam langsung melakukan penyelidikan di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas untuk menelusuri sumber keracunan tersebut.

Baca Juga :  Debat Kandidat Bupati dan Wakil Bupati Bolmut 2024 Siap Digelar

“Saya telah memerintahkan Puskesmas Maninjau untuk melakukan investasi ke lapangan dalam mencari penyebab keracunan 11 warga yang merupakan korban terdampak banjir bandang yang tinggal di lokasi pengungsian di Jorong Labuah, Nagari Tanjung Raya, Kecamatan Tanjung Raya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian di Lubuk Basung, Minggu (14/12/2025).

Ia menjelaskan, petugas Puskesmas Maninjau turun ke lokasi pengungsian sejak Minggu pagi untuk mengumpulkan data serta mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para korban selama berada di pengungsian. Berdasarkan keterangan sementara, para korban menyantap makanan yang disediakan dapur umum serta pecel lele.

Baca Juga :  KPK Usut Dugaan Korupsi Biskuit Balita dan Ibu Hamil, Nutrisi Dipangkas demi Tekan Biaya

“Penyebab keracunan ini belum pasti, maka kita melakukan investasi ke lapangan,” katanya.

Hendri menambahkan, para korban yang terdiri dari anak-anak, perempuan dewasa, dan laki-laki mengalami gejala mual, muntah, diare, serta pusing pada Sabtu (13/12).

Akibat akses jalan dari Sungai Batang menuju Puskesmas Maninjau terputus karena banjir bandang yang terjadi pada Kamis (27/11), seluruh korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga :  Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Tunjuk Sejumlah Menteri Baru

Setelah menjalani perawatan intensif, sebanyak 10 korban dinyatakan membaik dan telah diperbolehkan pulang pada Minggu. Sementara itu, satu korban lainnya masih mengalami dehidrasi dan membutuhkan perawatan lanjutan.

“Mudah-mudahan satu korban membaik, sehingga bisa pulang,” pungkasnya.