Bupati Boltara Siapkan Penambahan Armada Damkar, Ditargetkan Masuk APBD Perubahan 2026

Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, (Foto Humas).

Republish.id, BOLTARA – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, berencana menambah armada Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk memperluas jangkauan pelayanan penanganan kebakaran di seluruh wilayah Kabupaten Boltara. Rencana tersebut disampaikan Sirajudin saat bertemu sejumlah wartawan, Kamis (3/9/2026).

“Rencana penambahan armada damkar saat ini tengah di bahas antara TAPD dan Badan anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Boltara. Untuk di anggarkan di APBD Perubahan 2026. Jadi jika di sepakati maka akhir tahun ini kita sudah memiliki armada damkar baru,” kata Bupati.

Baca Juga :  Pemda Boltara Konsisten Bangun Spiritualitas Warga Melalui Gerakan Subuh Keliling

Sirajudin mengatakan, rencana penambahan armada tersebut muncul setelah dirinya melihat kondisi kendaraan Damkar yang ada serta luas wilayah Boltara saat terjadi kebakaran.

Baca Juga :  Bupati Sirajudin Resmi Buka Pelatihan UMKM, Siapkan Pelaku Usaha Naik Kelas

“Kondisi armada damkar yang sudah tua dan jangkauan wilayah di enam Kecamatan kerap menyulitkan petugas damkar. Sehingga penambahan unit ini perlu bagi petugas jika sewaktu-waktu di butuhkan untuk menangani kebakaran,” ungkapnya.

Terkait spesifikasi kendaraan, Bupati Sirajudin belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Namun, ia menyebut armada tambahan nantinya akan diarahkan untuk menjangkau Kecamatan Sangkub dan Bintauna. Sementara armada Damkar lainnya menjangkau wilayah Bolangitang Barat, Kaidipang dan Pinogaluman.

Baca Juga :  Sorotan RSUD Boltara, DPRD Disebut “Lumpuh” Jalankan Fungsi Pengawasan

“Kita juga telah sepakat dengan PLTU Binjeita. Jika armada miliknya saat ini bisa menjangkau wilayah Bolangitang Timur jika terjadi kebakaran di wilayah tersebut,” pungkasnya.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."