Republish.id, SULTENG – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menerima kunjungan audiensi dari Pemerintah Kabupaten Buol pada Minggu, 26 April 2026. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Gorontalo Utara ini disebut sebagai langkah strategis, meski publik kerap mempertanyakan sejauh mana hasil konkret dari agenda serupa.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, didampingi Wakil Bupati, menyambut langsung kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Buol bersama jajaran pejabat terkait. Pertemuan berlangsung tertutup namun diklaim membahas sejumlah isu penting lintas wilayah.

Agenda yang diangkat mencakup penguatan sinergi antar-daerah, termasuk koordinasi program unggulan yang dinilai berpotensi dikolaborasikan. Selain itu, kedua daerah juga membahas pertukaran praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, serta upaya menyelaraskan arah pembangunan di kawasan perbatasan.
Namun demikian, narasi “kerja sama strategis” ini bukan hal baru. Pertemuan antar-pemerintah daerah kerap menghasilkan komitmen di atas kertas, tetapi minim implementasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Thariq Modanggu menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Pemkab Buol. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, terutama karena kedua wilayah memiliki kedekatan geografis dan potensi yang bisa saling melengkapi.
“Audiensi ini adalah momentum penting untuk memperkuat fondasi kerja sama kita. Dengan sinergi yang kuat, pembangunan di Gorontalo Utara maupun Buol dapat berjalan lebih efektif dan saling melengkapi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kedua pemerintah daerah untuk membuktikan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada level wacana. Terlebih, isu pembangunan di wilayah perbatasan selama ini masih menyisakan berbagai persoalan klasik, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan dasar.
Diharapkan, audiensi ini benar-benar melahirkan kesepakatan konkret yang berdampak langsung pada percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik di kedua daerah. Tanpa itu, pertemuan semacam ini berisiko kembali menjadi rutinitas seremonial yang minim hasil nyata.












Leave a Reply
View Comments