Hormuz Dibuka 2 Minggu, Ada Apa di Balik Kesepakatan Iran–AS?

Foto: Selat Hormuz (REUTERS/Nicolas Economou).

Republish.id, INTERNASIONAL – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mulai menunjukkan tanda mereda. Teheran memutuskan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz selama dua pekan sebagai bagian dari upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.

Langkah ini diambil sebagai momentum jeda untuk membuka ruang dialog antara kedua negara. Selama periode tersebut, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia itu akan kembali dapat dilalui, meski tetap berada dalam pengawasan ketat pihak militer Iran.

Keputusan Iran muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyepakati penundaan serangan militer terhadap negara tersebut selama dua minggu. Kebijakan ini dinilai sebagai sinyal awal menuju kemungkinan tercapainya gencatan senjata antara kedua pihak.

Baca Juga :  Baru Sehari Menjabat, Menkeu Purbaya Didemo Mahasiswa, BEM UI Desak Prabowo Copot

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pembukaan jalur tersebut tetap memperhatikan aspek keamanan dan teknis yang ada.

“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tulis Abbas Araghchi.

Dalam rentang waktu tersebut, Iran dan Amerika Serikat juga dijadwalkan menggelar pembicaraan untuk mencari solusi damai. Pertemuan itu rencananya akan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dengan peluang perpanjangan waktu negosiasi apabila kedua pihak menemukan titik temu.

Baca Juga :  DLH Bolmut : Aktivitas Pengerukan di Pesisir Pantai Bolangitang Barat Tak Kantongi Izin Lingkungan

Di sisi lain, Donald Trump menyebut keputusan penundaan serangan diambil setelah komunikasi dengan pihak Pakistan. Ia menekankan bahwa pembukaan penuh Selat Hormuz menjadi syarat utama dalam kesepakatan tersebut.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!” kata Trump.

Baca Juga :  Puluhan Wartawan Babel Datangi Polda, Tegaskan: Sengketa Berita Bukan Ranah Pidana

Perkembangan ini dipandang sebagai langkah penting dalam meredakan konflik yang sempat memanas. Selain itu, peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat pun semakin terbuka lebar.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini