Republish.id, INTERNASIONAL – Hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memasuki fase baru setelah kedua negara menandatangani kesepakatan perdagangan bertajuk Agreements on Reciprocal Trade (ART). Perjanjian ini dinilai memberi keuntungan signifikan bagi industri Amerika, lantaran Indonesia sepakat menghapus tarif terhadap lebih dari 99 persen produk asal AS, sehingga pelaku usaha Negeri Paman Sam memperoleh akses yang jauh lebih luas ke pasar Indonesia yang besar.
“Kami berterima kasih atas kerja keras Presiden Trump dan Duta Besar Greer dalam kesepakatan ini, dan kami berharap dapat melanjutkan kerja sama kami dengan para pejabat Indonesia dan pemangku kepentingan industri untuk menerapkan kebijakan impor yang memungkinkan Indonesia memprioritaskan etanol produksi dalam negerinya sambil memungkinkan etanol AS untuk mengisi kesenjangan atau kekurangan pasokan,” ujarnya.
Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR) menilai ART sebagai langkah strategis yang semakin mempererat hubungan ekonomi kedua negara. Kesepakatan ini disebut membuka peluang baru bagi petani, produsen, hingga pelaku bisnis Amerika di berbagai sektor.
“Kami memuji Presiden Trump, Duta Besar Greer, dan Menteri Rollins atas komitmen berkelanjutan mereka untuk melepaskan potensi energi Amerika dan menghapus hambatan yang tidak adil terhadap ekspor dari pedesaan Amerika. Ada peningkatan permintaan global untuk biofuel rendah karbon dan berbiaya rendah, dan Amerika berada pada posisi yang tepat untuk mendominasi pasar tersebut,” kata Emily Skor.
Respons positif juga datang dari kalangan pengusaha AS. Ketua Asosiasi Peternak Sapi Nasional AS (NCBA), Gene Copenhaver, menilai perjanjian ini membuka peluang besar bagi produsen sapi Amerika untuk menembus pasar Indonesia yang memiliki jumlah penduduk besar serta permintaan tinggi terhadap daging sapi halal.
“Ekspor daging babi AS juga telah dibatasi oleh rezim perizinan impor Indonesia dan oleh persetujuan terbatas terhadap pabrik-pabrik AS. Hambatan-hambatan ini hilang di bawah perjanjian ini, memungkinkan pertumbuhan lebih lanjut dalam ekspor daging babi AS, termasuk produk olahan lebih lanjut,” tuturnya.
Senada, Federasi Ekspor Daging AS (USMEF) menyebut ART mampu menyingkirkan berbagai kendala lama yang selama ini menghambat ekspor daging Amerika ke Indonesia. CEO USMEF, Dan Halstrom, mengatakan jika implementasi berjalan efektif, akses pasar bagi importir dan konsumen Indonesia akan semakin terbuka, dengan potensi nilai ekspor mencapai ratusan juta dolar dalam waktu dekat.
“NCBA mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump dan Perwakilan Perdagangan AS, Duta Besar Jamieson Greer, atas kerja keras mereka dalam menandatangani kesepakatan perdagangan ini demi keuntungan produsen Amerika,” kata Copenhaver dalam keterangan resmi USTR.
Halstrom juga menegaskan bahwa perjanjian tersebut secara signifikan mempermudah ekspor daging babi AS ke Indonesia, menyusul dihapuskannya berbagai pembatasan perizinan yang sebelumnya berlaku.
“Perjanjian bersejarah ini memperdalam kemitraan ekonomi kita dengan mitra kunci di kawasan Indo-Pasifik dan menciptakan peluang baru bagi petani, produsen, dan pelaku usaha Amerika,” tulis USTR dalam laman resminya, dikutip Jumat (27/2/2026).
Tak hanya sektor peternakan, industri biofuel Amerika turut menyambut ART dengan optimistis. CEO Growth Energy, Emily Skor, menilai kesepakatan ini membuka harapan besar bagi petani dan produsen etanol AS untuk memperluas pasar, terutama jika Indonesia menerapkan kebijakan penggunaan etanol 10 persen secara nasional.
Sementara itu, Presiden dan CEO Renewable Fuels Association, Geoff Cooper, menyebut Indonesia sebagai pasar prioritas produk etanol Amerika, dengan potensi permintaan yang sangat besar apabila kebijakan etanol 10 persen benar-benar diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.













Leave a Reply
View Comments