Gaza Menanti Gencatan Senjata: Kesepakatan Israel-Hamas Dimulai Hari Ini

Kabinet Israel menyetujui gencatan senjata Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera. (Israeli Government Press Office).

Republish.id, INTERNASIONAL – Gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza resmi berlaku mulai Minggu (19/1) pukul 08.30 pagi waktu setempat (06.30 GMT).

Kesepakatan ini diumumkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, melalui sebuah unggahan di X, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Meski demikian, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa gencatan senjata ini bersifat sementara.

“Jika kami harus kembali bertempur, kami akan melakukannya dengan cara-cara baru yang lebih tegas,” ujarnya dalam pernyataan video, Sabtu (18/1).

Baca Juga :  Menhan dan Komandan Garda Revolusi Iran Dilaporkan Tewas Usai Serangan Gabungan Israel–AS

Netanyahu juga menyatakan dukungan penuh dari pemerintahan Presiden Biden dan Trump atas hak Israel untuk melanjutkan pertempuran jika diperlukan.

Kesepakatan yang dicapai setelah 460 hari perang ini mencakup pembebasan 33 tawanan Israel oleh Hamas, sebagai imbalan atas hampir 1.900 warga Palestina yang ditahan oleh Israel.

Tahapan Kesepakatan

Gencatan senjata akan berlangsung dalam tiga tahap:

• Tahap Awal (6 Minggu): Pembebasan 33 tawanan Israel, termasuk wanita dan anak-anak, oleh Hamas. Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan 1.900 tahanan Palestina.

Baca Juga :  Ancaman Balasan Iran Mengguncang Timur Tengah, Fasilitas Energi Sekutu AS Jadi Target?

• Negosiasi Fase Kedua: Menentukan pembebasan tawanan pria dan yang sakit dari kedua pihak.

• Gencatan Senjata Langgeng: Hamas mengajukan syarat penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza.

Namun, kesepakatan ini memicu perpecahan di kabinet Israel. Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir bahkan mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap kesepakatan tersebut.

Menurut laporan Al Jazeera, sebelum gencatan senjata dimulai, militer Israel biasanya meningkatkan serangan ke Gaza. Hal ini menimbulkan kecemasan bagi warga Palestina di menit-menit terakhir sebelum kesepakatan berlaku.

Baca Juga :  Baru Sehari Menjabat, Menkeu Purbaya Didemo Mahasiswa, BEM UI Desak Prabowo Copot

Sementara itu, pemimpin Hizbullah Lebanon, Naim Qassem, memuji kesepakatan ini sebagai bukti kegigihan perlawanan Palestina.

“Kelompok perlawanan berhasil mempertahankan hak-haknya, sementara Israel gagal mendapatkan apa yang diinginkannya,” katanya.

Apakah gencatan senjata ini akan membawa kedamaian jangka panjang atau hanya sementara? Semua mata kini tertuju pada Gaza.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."