Industri Motor Listrik Tunggu Kepastian Insentif 2025, Stok Menumpuk di Dealer

Diler motor listrik.

Republish.id, NASIONAL – Kelanjutan insentif motor listrik pada tahun 2025 masih belum menemui kejelasan, menimbulkan kekhawatiran bahwa program ini tidak akan berlanjut.

Situasi ini bahkan memengaruhi perilaku calon pembeli, yang cenderung menunda pembelian motor listrik sambil menunggu kepastian kebijakan.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, tetap optimistis bahwa insentif akan dilanjutkan, meskipun rincian skemanya belum diumumkan.

Baca Juga :  Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor di Ruas Medan–Berastagi, Target Tuntas Desember 2025

“Setahu saya insentif tetap dilanjutkan, cuma yang kita tunggu kepastian besarannya dan juga menyangkut skemanya,” ungkap Budi.

Ia menambahkan bahwa, ketidakpastian ini membuat banyak kebijakan industri menjadi menggantung.

Untuk itu, Budi telah meminta waktu berdiskusi dengan Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, agar pemerintah mempertahankan skema subsidi seperti tahun 2024.

“Perlu percepatan supaya nggak menggantung seperti sekarang ini, sehingga masyarakat bisa langsung membeli. Dan kemudian industri dengan persiapan cukup banyak bisa langsung menjual karena sekarang kita overstock,” jelas Budi.

Baca Juga :  Bank Raya Ajak Ribuan Anak Muda Menggerakkan Kemajuan Ekonomi Nasional dengan Cakap Keuangan Digital di Young On Top Conference 2025

Menurutnya, banyak unit motor listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40% kini tertahan, baik di industri maupun dealer. Sementara itu, pemerintah dikabarkan masih menggodok kebijakan terkait skema insentif baru.

“Yang sekarang terjadi saat 2024 karena kuota cukup tinggi maka industri stok banyak, dengan harapan 2024-2025 itu akan bisa jual dengan cukup banyak,” tambah Budi.

Baca Juga :  FlazzTax Soroti Peluang Tax Holiday bagi Investor di Trade Expo Indonesia 2025

Ia juga menyoroti keberhasilan program insentif pada 2024, di mana kuota 50.000 unit terserap habis menjelang akhir tahun, bahkan kekurangan sehingga pemerintah menambah kuota.

“Dari 2023 ke 2024 secara trend untuk pembelian motor listrik itu tinggi sekali,” tutup Budi.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini