Korban Kedua Ditemukan di Danau Limboto, Operasi SAR Resmi Dihentikan

Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian sejak Minggu malam menggunakan teknologi drone thermal untuk pemantauan udara. (Foto Dok: BASARNAS).

Republish.id, GORONTALO – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di Danau Limboto, Desa Pentadio, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, berakhir tragis. Kedua korban, yang sempat dinyatakan hilang, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Insiden ini terjadi pada Minggu, (5/1), sekitar pukul 17.50 WITA. Informasi awal dilaporkan ke petugas komunikasi oleh BPBD Kabupaten Gorontalo pada pukul 18.00 WITA.

Dua orang pemancing, Aris Sumuli (34) dan Nunu Hasan (34), dilaporkan tenggelam setelah perahu mereka mengalami kecelakaan di perairan Danau Limboto.

Aris Sumuli ditemukan lebih dahulu dalam kondisi meninggal dunia, sementara Nunu Hasan baru ditemukan pada hari berikutnya setelah operasi pencarian yang intensif.

Baca Juga :  Bupati Bolmut Fokuskan Visi SIAP SEJALAN

Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian sejak Minggu malam menggunakan teknologi drone thermal untuk pemantauan udara. Namun, hasilnya nihil.

Pencarian dilanjutkan pada Senin pagi, 6 Januari 2025, dengan cakupan area 1,72 km² menggunakan perahu karet dan bantuan dari nelayan setempat.

Korban kedua, Nunu Hasan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi ditemukannya korban pertama. Setelah dievakuasi, kedua jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Aksi Maling Spion Motor Resahkan Pengunjung Taman Budaya Limboto

Data Korban

1. Aris Sumuli

Umur: 34 tahun

Alamat: Tenilo, Limboto, Kabupaten Gorontalo

Status: Meninggal dunia

2. Nunu Hasan

Umur: 34 tahun

Alamat: Toto Utara, Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango

Status: Meninggal dunia

Unsur dan Peralatan Operasi SAR

Operasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim Rescue KPP Gorontalo (11 orang), Sabhara Polda Gorontalo (4 orang), Polsek Telaga Biru (4 orang), Tagana Gorontalo (2 orang), BPBD Gorontalo (1 orang), Babinsa Pentadio Timur (1 orang) serta Masyarakat setempat.

Baca Juga :  PWNU di Sejumlah Daerah Berbeda Sikap Soal Desakan Pemakzulan Yahya Cholil Staquf

Peralatan yang digunakan meliputi 1 unit truk personel, 2 unit rescue car, 1 unit perahu karet, 1 unit drone thermal, 3 unit HT, 2 kantong jenazah, 12 life jacket dan 2 unit senter.

Dengan cuaca cerah di lokasi kejadian, insiden ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di area perairan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk memperhatikan faktor keselamatan, seperti menggunakan alat pelindung diri dan memantau kondisi cuaca sebelum memancing atau berlayar.

Operasi SAR secara resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

 

[Sumber: Laporan Tim SAR Gorontalo]

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini