Media Asing Soroti Kematian Affan, Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Demo

Foto Ilustrasi.

Republish.id, NASIONAL – Tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta, kini menjadi perhatian luas media internasional. Sejumlah kantor berita asing menyoroti peristiwa tersebut dan menggambarkan duka sekaligus kemarahan publik di Indonesia.

Salah satunya media Singapura, The Straits Times, yang menulis tentang duka mendalam keluarga Affan sekaligus gelombang protes masyarakat. Dengan judul “Justice for Affan’: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash,” media tersebut mengangkat wawancara dengan ibunda Affan.

“Duka dan amarah melanda ibu kota Indonesia, Jakarta, saat keluarga Affan Kurniawan, 21 tahun, berduka atas kematian pengemudi ojol tersebut setelah ditabrak kendaraan taktis polisi saat aksi protes di Jakarta Pusat berubah ricuh,” tulis The Straits Times mengawali artikelnya.

Baca Juga :  Skandal Korupsi Timah Babel: Eks Kadis ESDM Didakwa Rugikan Negara Rp300 Triliun

“Saya ingin orang yang membunuh anak saya mendapatkan hukuman seberat-beratnya…. dia baru saja menyelesaikan pengantaran makanan dan hendak menjemput penumpang berikutnya,” kata ibunda Affan, Erlina kepada The Straits Times, Jumat (29/8/2025) di rumahnya.

“Dia tulang punggung keluarga kami, dan dia bekerja sangat keras. Dia telah menabung dari pekerjaannya untuk membeli tanah dan membangun rumah untuk kami di desa kami di Lampung,” tutur perempuan berumur 41 tahun tersebut sembari menangis.

Tak hanya The Straits Times, kantor berita ternama asal Inggris, Reuters, juga memberitakan insiden memilukan ini. Dengan judul “Indonesian students vow more protests after one killed in Jakarta demonstration,” Reuters menulis bahwa mahasiswa berencana kembali menggelar aksi di Mabes Polri.

Baca Juga :  Daftar Calon Gubernur Gorontalo Tahun 2024, Tonny Uloli Harap Dukungan dari PKB

“Para mahasiswa Indonesia mengatakan mereka akan berunjuk rasa di Mabes Polri pada hari Jumat setelah seorang pengendara sepeda motor tewas tertabrak kendaraan polisi dalam bentrokan yang berujung kekerasan, menyusul demonstrasi di luar gedung DPR sehari sebelumnya,” tulis Reuters.

Reuters juga menuliskan permintaan maaf Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

“Atas nama pimpinan Polda Metro dan atas nama kesatuan, saya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dan turut berduka cita sedalam-dalamnya,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis malam.

Baca Juga :  BKN Tegas: ASN Bolos Kerja Bisa Dipecat dan Kehilangan Hak Pensiun

Media Arab Saudi, Arab News, juga mengangkat peristiwa ini dengan judul serupa. Sementara itu, media Amerika Serikat, Bloomberg, menyoroti potensi meluasnya demonstrasi buntut kasus tersebut.

“Ini merupakan hari ketiga pekan ini di mana protes besar meletus di seluruh Indonesia, yang menandai ujian penting bagi Prabowo yang baru menjabat kurang dari setahun,” tulis Bloomberg.

Media Thailand, Bangkok Post, turut memberitakan ledakan kemarahan publik di media sosial.

“Kecelakaan fatal tersebut memicu kemarahan luas di media sosial, dengan sesama pengemudi menggelar unjuk rasa pada larut malam di luar markas polisi dan memperingatkan akan terjadinya kerusuhan yang lebih luas, jika pihak berwenang tidak mengambil tindakan,” tulis Bangkok Post, Jumat (29/8).

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini