Operasi Polisi Terbesar di Brasil Berujung Maut: 64 Orang Tewas dalam Baku Tembak di Permukiman Kumuh

Polisi Brasil gelar operasi penggerebekan pengedar narkoba (Foto: REUTERS/Pilar Olivares)

Republish.id, INTERNASIONAL – Suasana mencekam menyelimuti Kota Rio de Janeiro, Brasil, pada Selasa (28/10) waktu setempat. Mayat-mayat bergelimpangan di dua kawasan permukiman kumuh setelah kepolisian Brasil melancarkan operasi besar-besaran terhadap jaringan pengedar narkoba. Sedikitnya 64 orang tewas dalam baku tembak yang mengubah kawasan itu layaknya zona perang.

Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (29/10/2025), sebanyak 2.500 aparat bersenjata lengkap dikerahkan dalam penggerebekan di dua favela (permukiman kumuh) besar, yaitu Complexo da Penha dan Complexo do Alemao, di bagian utara Rio de Janeiro. Operasi tersebut melibatkan kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone.

Baca Juga :  Kim Jong Un Menang Hampir Sempurna, Raih 99,9 Persen Suara

Tembakan terdengar hingga ke area dekat bandara internasional Rio. Asap mengepul dari beberapa titik kebakaran pada Selasa sore waktu setempat, beberapa jam setelah operasi dimulai. Warga sekitar panik dan berlarian mencari perlindungan, sementara toko-toko di sekitar lokasi memilih tutup. Polisi bahkan mengklaim geng kriminal sempat menggunakan drone untuk melawan.

Gubernur Negara Bagian Rio de Janeiro, Claudio Castro, menyebut penggerebekan ini sebagai yang terbesar dalam sejarah negara bagian tersebut. Pemerintah pusat Brasil menyatakan, operasi ini bertujuan menghentikan ekspansi geng narkoba Comando Vermelho (Komando Merah) yang dikenal paling berpengaruh di negara itu.

Baca Juga :  Operasi Militer Dramatis: 200 Pasukan AS Dilaporkan Masuk Caracas untuk Tangkap Maduro

Castro melaporkan 60 orang tewas yang diduga kuat merupakan anggota geng. Sementara itu, sumber dari pemerintahannya kepada AFP menyebut empat petugas polisi turut menjadi korban jiwa. Hingga Selasa sore waktu setempat, operasi ini masih berlangsung.

Penggerebekan di kawasan favela sebenarnya bukan hal baru di Rio de Janeiro, namun kali ini menjadi yang paling mematikan sepanjang sejarah. Sebelumnya, penggerebekan pada tahun 2021 yang menewaskan 28 orang tercatat sebagai operasi paling berdarah sebelum peristiwa ini.

Baca Juga :  Trump Tunda Serangan, 10 Poin Iran Ini Jadi Kunci Negosiasi Damai

Dalam operasi kali ini, polisi menggunakan dua helikopter, 32 kendaraan lapis baja, serta 12 kendaraan pembongkar untuk menghancurkan barikade yang dibangun geng narkoba. Barikade tersebut digunakan untuk menghalangi pasukan keamanan memasuki lorong-lorong sempit di favela.

Rio de Janeiro, yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata utama Brasil, memang kerap menjadi lokasi operasi besar aparat keamanan. Permukiman kumuh atau favela sering kali dikuasai oleh geng kriminal yang mengendalikan peredaran narkoba dan aktivitas ilegal lainnya.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini