Republish.id, BOLMUT – Warga Desa Tanjung Buaya, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), mengeluhkan proyek peningkatan jalan yang terbengkalai.
Pekerjaan yang seharusnya memperbaiki infrastruktur desa ini justru dihentikan, sementara kontraktor yang bertanggung jawab menghilang tanpa jejak, bak hantu yang lenyap di tengah malam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bolmut, Rudini Masuara, mengonfirmasi bahwa proyek tersebut resmi dihentikan.
“PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) kemarin, Selasa 04/02/2025 sudah mengirimkan surat pemberitahuan pemutusan kontrak kepada pihak ketiga, karena pekerjaan tidak kunjung dilanjutkan,” ujar Rudini.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Anugerah Victory ini awalnya diberikan waktu pengerjaan selama 140 hari kalender dengan total anggaran Rp1,3 miliar.
Namun, karena tidak mencapai target, kontrak diperpanjang hingga 7 Februari 2025. Meski diberi kesempatan tambahan, tidak ada tanda-tanda kelanjutan pekerjaan, sehingga kontrak akhirnya diputus.
“Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. CV.Anugerah Victory memang sudah diperpanjang hingga 7 februari 2025. Namun, tak ada tanda-tanda lanjutan pekerjaan sehingga surat pemberitahuan pemutusan kontrak sudah dikirim PPK kemarin,” katanya.

Saat ini, kondisi jalan semakin memprihatinkan. Aspal yang baru dibuat sudah mengalami kerusakan di beberapa titik, sementara tumpukan material proyek yang berserakan di tengah jalan menghambat mobilitas warga dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan proyek ini, baik dengan menunjuk kontraktor baru atau mencari solusi lain agar jalan dapat digunakan dengan baik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan proyek dan alasan mereka menghilang.
Pemerintah daerah diharapkan segera bertindak agar tidak semakin merugikan masyarakat.










Leave a Reply
View Comments