Republish.id, BOLTARA – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Busato, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), semakin memprihatinkan. Kegiatan penambangan ilegal tersebut terpantau masih berlangsung tanpa ada tanda-tanda penghentian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pelaku usaha terlihat terus melakukan pengambilan material dari lokasi tambang. Aktivitas ini bahkan disebut berlangsung hampir setiap hari, dengan mobilisasi material yang diduga berasal dari titik-titik galian baru.
Tak hanya pengambilan material, di beberapa lokasi juga terlihat pembangunan rendaman oleh sejumlah pelaku usaha. Fasilitas tersebut diduga digunakan untuk menunjang proses pengolahan hasil tambang.

Keberadaan rendaman baru ini memperlihatkan bahwa aktivitas di kawasan tersebut tidak bersifat sementara, melainkan terus berkembang. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran berbagai pihak terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.
Bentang alam yang sebelumnya masih alami kini berubah menjadi lahan terbuka dengan bekas galian di berbagai titik. Kerusakan lingkungan pun menjadi ancaman nyata, mulai dari potensi pencemaran hingga perubahan struktur tanah yang dapat berdampak jangka panjang.

Masyarakat sekitar mengaku resah dengan semakin maraknya aktivitas PETI di Busato. Selain persoalan lingkungan, warga juga mengkhawatirkan potensi konflik sosial serta risiko keselamatan kerja, mengingat lokasi tambang tersebut tidak memiliki standar operasional yang jelas.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya tindakan tegas di lapangan untuk menghentikan aktivitas pengambilan material maupun pembangunan rendaman di kawasan PETI Busato.
Warga berharap pihak terkait segera turun tangan melakukan peninjauan dan penertiban agar kondisi lingkungan tidak semakin memburuk.








Leave a Reply
View Comments