Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Komunitas Matic Regency Gorontalo Bagi Masker Gratis

Foto Pembagian Masker Gratis di Simpang Empat Jl. Ahmad A Wahab, Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Republish.id, GORONTALO – Komunitas Motor Matic Regency Gorontalo membagikan masker secara gratis untuk setiap pengendara maupun pejalan kaki di Jalan Ahmad A Wahab, Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Ketua Jem Permana Hunowu mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela mengingat Provinsi Gorontalo terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Ruang Sulut.

Baca Juga :  DPW LSM Galaksi Sulut Dukung Program Makan Gratis Bergizi Presiden Prabowo

Jem berharap, dengan adanya pembagian masker secara gratis kepada masyarakat khususnya kabupaten Gorontalo, bisa membantu dalam hal kesehatan dan bisa terhindar dari penyakit.

“Masyarakat Gorontalo bisa kembali normal tidak terdampak lagi dengan erupsi berupa debu yang bisa mengakibatkan penyakit di masyarakat.” ujar Jem saat di wawancara, Selasa (30/4/2024).

Baca Juga :  Temui Mahasiswa Demo, Bupati dan Wabup Boltara Janjikan Kenaikan Beasiswa Hingga 100%

Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk membantu Pemerintah Daerah dalam hal menjaga kesehatan masyarakat agar terhindar dari penyakit terutama penyakit Pernapasan.

“Kebetulan kami mendapatkan 100 dos bantuan masker, jadi Insyaallah malam ini kita sebarkan, tidak mencukupi untuk masyarakat Kabupaten Gorontalo, Cuma paling tidak kita sudah bisa membantu sebagian masyarakat.” ucapnya.

Baca Juga :  Jadwal Pengumuman PPPK Tahap II Diungkap, Peserta Diminta Rutin Cek Akun SSCASN

Sebagai catatan, dampak umum dari abu vulkanik bagi kesehatan yaitu Gangguan Pernapasan, Iritasi hidung dan pilek, Iritasi mata ,Iritasi kulit, Iritasi dan sakit tenggorokan, kadang disertai dengan batuk kering.

 

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."