Menyediakan Pendidikan dan Perlindungan untuk Jurnalis Media Online di Indonesia
Republish.id, NASIONAL – Dengan semakin banyaknya wartawan siber yang tidak terafiliasi dengan organisasi pers seperti PWI, AJI, atau IWO, Pro Jurnalismedia Siber (PJS) hadir untuk menaungi para jurnalis yang bekerja di media online.
Ketua DPD PJS Provinsi Riau, Ir. Yanto Budiman Situmeang, menyampaikan hal ini dalam pelatihan jurnalistik yang diadakan PJS di aula Dinas Perizinan Kabupaten Pelalawan, Senin (14/10/2024).
“PJS adalah organisasi profesi yang menampung para jurnalis media siber di seluruh Indonesia,” ujar Yanto.
Ia menambahkan, PJS berdiri untuk memberikan dukungan kepada wartawan yang selama ini belum memiliki organisasi dan dianggap sebagai wartawan ‘abal-abal’.
“Dengan PJS, kami harap mereka bisa mendapatkan payung hukum dan menjadi bagian dari dunia jurnalistik yang resmi,” imbuhnya.
PJS telah berkembang pesat, kini hadir di 28 provinsi di Indonesia. Organisasi ini juga telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta dan menargetkan pendaftaran sebagai konstituen Dewan Pers.
“Prosesnya memang tidak mudah, tapi kami yakin dengan komitmen yang kuat, PJS bisa segera menjadi bagian dari Dewan Pers,” lanjut Yanto.
Ketua DPC PJS Pelalawan, Pranseda Simanjuntak, SH, menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik bertujuan untuk mempersiapkan wartawan anggota PJS dalam menghadapi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Pelalawan.
Banyak dari mereka yang belum memahami prosedur UKW, yang sering kali dianggap menakutkan.
“Lewat pelatihan ini, minimal anggota PJS bisa mendapat gambaran terkait dengan proses jalannya UKW, sehingga peserta tidak terkejut ketika berhadapan dengan penguji nanti,” ungkap Pranseda.
Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, menegaskan fokus PJS pada dua program utama: pendidikan jurnalistik dan perlindungan wartawan.
“Kami siap melindungi wartawan dari upaya kriminalisasi karya jurnalistik serta meningkatkan kompetensi mereka melalui pelatihan,” tegas Mahmud.
Ia menambahkan bahwa PJS akan rutin memberikan pelatihan setiap dua minggu sekali, lengkap dengan materi online dan e-book untuk pegangan wartawan.
“Setiap dua minggu sekali, kami akan memberikan materi secara online, disertai e-book untuk pegangan wartawan,” ungkapnya.
Mahmud juga membuka kemungkinan untuk mengadakan pelatihan offline berdasarkan permintaan daerah.
Wakil Sekjen DPP PJS, Muhammad Yasir, menyampaikan materi tentang pembuatan dan penyutingan berita, sedangkan Yanto Budiman Situmeang membawakan sesi mengenai etika dan teknik wawancara.
Pelatihan ini dibuka oleh Ketua Dewan Pembina DPD PJS Riau, Husni Tamrin, SH, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap program kerja DPC PJS Pelalawan.
“Ini penting karena banyak wartawan yang bermunculan. Mereka harus dibekali dengan pengetahuan yang memadai tentang tugas dan tanggung jawab seorang wartawan,” ungkap Husni.
Ia berharap ke depan muncul wartawan yang kompeten dan profesional di Pelalawan, sehingga masyarakat teredukasi oleh karya jurnalistik yang bertanggung jawab.
“Ini langkah maju dan saya sebagai Ketua Dewan Pembina DPD PJS Riau bangga atas program kerja dari DPD Pelalawan yang konsen dengan bidang pendidikan wartawan ini,” tegasnya, sambil membuka pelatihan jurnalistik di Pelalawan.
Dengan visi tersebut, PJS berharap dapat berperan penting dalam pengembangan dan perlindungan profesi wartawan siber di Indonesia.









Leave a Reply
View Comments