Plt Bupati Boltara Bahas Kepastian TKD dan Pembiayaan PPPK dengan Kemendagri

Plt. Bupati Bolaang Mongondow Utara, Mohammad Aditya Pontoh, saat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, di Jakarta, Rabu (4/11/2026).(Foto: Dok. Ist.)
Plt. Bupati Bolaang Mongondow Utara, Mohammad Aditya Pontoh, saat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, di Jakarta, Rabu (4/11/2026).(Foto: Dok. Ist.)

Republish.id – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memperoleh kejelasan mengenai kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) dan skema pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Koordinasi tersebut dilakukan melalui audiensi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Boltara, Mohammad Aditya Pontoh, S.IP., dengan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.S., di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga :  Diduga Ditembak Saat Kejar Pengendara Mencurigakan, Remaja di Boltara Terluka

Pertemuan itu membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kapasitas fiskal daerah, terutama penyesuaian alokasi transfer anggaran dari pemerintah pusat dengan kebutuhan belanja daerah.

Pembiayaan PPPK, khususnya tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, turut menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.

Plt. Bupati Boltara, Mohammad Aditya Pontoh, bersama jajaran perangkat daerah membahas kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) dan skema pembiayaan PPPK dalam audiensi di Kemendagri, Rabu (4/11/2026).(Foto: Dok. Ist.)
Plt. Bupati Boltara, Mohammad Aditya Pontoh, bersama jajaran perangkat daerah membahas kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) dan skema pembiayaan PPPK dalam audiensi di Kemendagri, Rabu (4/11/2026).(Foto: Dok. Ist.)

Dalam audiensi itu, Aditya Pontoh didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum Setda, Kepala BPKAD, Kepala Bapelitbangda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Hukum, serta Kepala Bidang Anggaran.

Baca Juga :  Kabar Duka! Mantan Bupati Boltara Hamdan Datunsolang Wafat, Jejak Pengabdiannya Tak Terlupakan

Aditya mengatakan, komunikasi langsung dengan Kemendagri diperlukan agar pemerintah daerah memperoleh penjelasan dan arahan mengenai kebijakan fiskal yang menjadi acuan dalam penyusunan perencanaan serta penganggaran.

Baca Juga :  Bupati Boltara Serahkan Hewan Kurban, Tiga Desa Jadi Penerima Perdana

“Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat memperoleh solusi dan kejelasan terkait kebijakan transfer ke daerah serta skema pembiayaan PPPK. Hal ini penting agar perencanaan dan penganggaran daerah dapat disusun secara tepat,” ujar Plt. Bupati.

Suasana foto bersama saat Audiensi Pemkab Boltara dengan Kemendagri yang membahas kepastian alokasi TKD dan pembiayaan PPPK untuk mendukung perencanaan anggaran serta keberlanjutan pelayanan publik, Rabu (4/11/2026). (Foto: Dok. Ist.)
Suasana foto bersama saat Audiensi Pemkab Boltara dengan Kemendagri yang membahas kepastian alokasi TKD dan pembiayaan PPPK untuk mendukung perencanaan anggaran serta keberlanjutan pelayanan publik, Rabu (4/11/2026). (Foto: Dok. Ist.)

Menurut dia, kepastian kebijakan TKD dan pembiayaan PPPK diperlukan untuk menjaga keseimbangan fiskal daerah.

Dengan demikian, pemerintah daerah dapat memperhitungkan kemampuan anggaran tanpa mengabaikan keberlanjutan program pemerintahan dan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Pemkab Boltara menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan dan kebutuhan pembangunan.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."