REPBULISH.ID, BITUNG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung tembus diangka Rp99,58 miliar hingga 31 Oktober 2026. Angka tersebut meningkat sekitar Rp16,98 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp82,59 miliar.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung, realisasi PAD hingga akhir Oktober 2026 mencapai Rp99.583.278.969,34 atau 79,45 persen dari target setelah perubahan sebesar Rp125.342.617.906.

Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong, mengatakan peningkatan penerimaan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan, terutama partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak dan retribusi daerah.
“Capaian ini merupakan hasil dari dukungan semua stakeholder yang terkait, lebih khusus seluruh masyarakat Kota Bitung dalam mendukung pembangunan Kota Bitung,” ujar Theo, Rabu (4/11/2026).
Dari empat kelompok sumber PAD, pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp86.477.642.554 atau 80,56 persen dari target Rp107,35 miliar.
Penerimaan sektor pajak ini juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp72.630.210.839,55.
Sementara itu, retribusi daerah mencapai Rp4.292.285.022 atau 62,66 persen dari target Rp6,85 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi Oktober 2025 sebesar Rp3.592.609.135,40.
Selanjutnya, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi Rp6.284.724.158 atau 87,47 persen dari target Rp7.184.724.158.
Persentase tersebut menjadi capaian tertinggi dibandingkan tiga kelompok sumber PAD lainnya.
Adapun lain-lain PAD yang sah tercatat sebesar Rp2.528.627.235,34 atau 63,89 persen dari target Rp3.957.893.748. Jumlah ini meningkat dari periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp1.708.247.403,30.
Theo menegaskan, peningkatan PAD bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Bapenda. Menurutnya, dukungan seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, wajib pajak hingga masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat kemampuan keuangan daerah.
“Dukungan perangkat daerah, pelaku usaha, wajib pajak, serta seluruh masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah,” tambahnya.
Dengan realisasi yang telah mendekati Rp100 miliar, Pemerintah Kota Bitung di bawah kepemimpinan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka melalui Bapenda masih memiliki waktu dua bulan untuk mengoptimalkan penerimaan PAD hingga akhir tahun anggaran 2026.












Leave a Reply
View Comments