PM Lebanon Kecam Serangan Mematikan Israel di Nabatieh

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati murka usai Israel menyerang kantor pemerintah kota (pemkot) Nabatieh hingga menewaskan Wali Kota Ahmad Kahil, Rabu (16/10). (Foto: AFP/LEONARDO MUNOZ).

Republish.id, INTERNASIONAL – Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengecam keras serangan udara Israel yang menghancurkan kantor pemerintahan kota Nabatieh dan menewaskan Wali Kota Ahmad Kahil pada Rabu (16/10/2024).

Mikati menilai serangan tersebut sebagai tindakan sengaja yang menargetkan pertemuan dewan kota yang membahas bantuan untuk warga terdampak invasi Israel.

Baca Juga :  Pj Bupati Bolmut Resmikan Pelatihan Packaging Produk Ekonomi Kreatif 2024

Dalam pernyataannya, Mikati menyebut serangan ini sebagai agresi brutal terhadap warga sipil, mengakibatkan banyak pegawai pemerintah kehilangan nyawa.

“Saya mengutuk agresi baru Israel terhadap warga sipil di Kota Nabatieh, yang dengan sengaja menargetkan pertemuan dewan kota yang tengah membahas layanan dan bantuan,” kata Mikati.

Baca Juga :  Relawan Roni-Adnan Diperkuat Hingga ke Tingkat Desa

Dia mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap ketidakpedulian dunia internasional terhadap situasi di Lebanon, mempertanyakan efektivitas permintaan gencatan senjata kepada Dewan Keamanan PBB.

“Jika semua negara di dunia tidak mampu meredam permusuhan terhadap rakyat Lebanon, apakah masih ada gunanya meminta Dewan Keamanan PBB untuk menuntut gencatan senjata?” ungkapnya.

Baca Juga :  Aktivis UNG Sebut Jatuhnya Peserta GHM ke Lubang Trotoar itu Kelalaian Dinas PUPR Kota Gorontalo

Serangan ini terjadi di tengah invasi darat Israel ke Lebanon selatan yang dimulai pada 1 Oktober, dengan lebih dari 1.350 korban jiwa dilaporkan sejak awal konflik.

Meskipun Israel mengklaim menargetkan infrastruktur Hizbullah, situasi di lapangan semakin memburuk tanpa tanda-tanda gencatan senjata yang akan datang.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."