Republish.id, BITUNG – Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho diminta mengambil tindakan tegas terhadap laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Forsa Warkop Kota Bitung terhadap Ketua Gabungan Organisasi Masyarakat Adat yang tergabung dalam Kerukunan Esa Keter (KEK) Kota Bitung, Richaed Mamuntu alias, Ichal Mamuntu.

Sebelum melaporkan secara resmi ke Polres Bitung, Pimpinan dan anggota Forsa Warkop Kota Bitung menggelar rapat membahas masalah dugaan pelecehan dan pencemaran nama baik serta kehormatan dari Ketua Forsa Warkop Kota Bitung, Arsanto Pasa atau disapa Keep Anto.
Dalam rapat yang terlihat panas itu, para pimpinan dan anggota Forsa Warkop dengan tegas meminta Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho untuk menangkap Ichal Mamuntu yang dinilai bukan hanya mencemarkan nama baik Keep Anto dan organisasi melainkan sudah menyebarkan provokasi yang mengancam kedamaian Kota Bitung.
Tak hanya itu, dalam rapat itu juga bahkan para anggota Forsa Warkop dengan tegas mengatakan, apa yang disampaikan Ichal Mamuntu dalam postingan-postingannya di media sosial dapat memicu kerusuhan antar massa.
Bahkan, tak hanya sekedar status biasa. Ichal juga dinilai telah melakukan provokasi dengan memposting kalimat yang berisikan menantang keep Anto untuk fight diatas ring. Bahkan postingan itu lengkap dengan Wajah Ichal Mamuntu dan Keep Anto yang menggunakan sarung tinju berwarna merah.

“Anto pasa KLO laki2 Qt tunggu di atas ring. ulangtahun Aertembaga ne! Panitia so siapkan Depe ring,” tulis akun Ichal Mamentu pada Caption foto yang di posting di akunnya.
Salah satu anggota Forsa Warkop yang juga Ketua Waraney Malesung Kota Bitung, Sance Tampenawas merasa geram dengan kelakuan Ichal Mamuntu yang dinilai mengancam ketentraman di Kota Bitung.
Ia juga bahkan menyampaikan, tak sedikitpun akan mundur apalagi takut. Ia bahkan mengatakan, jika Ichal Mamuntu mengaku memiliki massa yang banyak yang bisa dikerahkan. Maka kata dia, pihaknya juga memiliki massa yang loyal yang siap pasang badan.
“Kalau bicara massa. Kami juga ada massa. Kami tidak takut dan tidak akan mundur” tegas Sance di forum rapat disambut teriakan “Tangkap Provokator” dari peserta rapat.
“Kapolres harus tangkap biang keroknya,” teriak salah satu anggota Forsa Warkop dalam rapat
Lanjut Sance, menyayangkan perilaku Ichal Mamuntu selaku salah satu tokoh dan pimpinan ormas terbesar di Bitung bahkan di Sulut tapi tidak bisa menjaga Marwah nama baik dan menunjukkan sikap pimpinan ormas yang yang seharusnya.
“Harusnya jadi pimpinan ormas perkataan dan perilaku itu dijaga. Jangan sampai membuat suasana semakin panas. Apalagi ada kalimat menantang seperti setiap postingannya,” sesalnya.
Senada juga disampaikan, Wakil Sekretaris Forsa Warkop, Muzaqir Polo Boven yang dengan tegas mengatakan apa yang disampaikan Ichal Mamuntu di media hanya akan mengundang kegaduhan dan keributan di Kota Bitung.
Ia mengatakan, pihaknya cinta damai dan sangat mencintai Kota Bitung dengan kerukunan dan kedamaian yang selama inimasih terus terjaga
“Jangan sampai Kota Bitung yang kita cintai dirusak oleh oknum-oknum provokator. Kami cinta damai. Bitung rumah kita. Rumah untuk dijaga bukan untuk dirusak,” katanya.
Ia berharap, persoalan ini menjadi atensi dan diseriusi oleh Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho. Sebab kata dia, jika terus dibiarkan berlarut-larut ditakutkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak dinginkan.
“Menjaga Kota Bitung tetap aman, damai dan tentram adalah wajib bagi kita semua. Jangan sampai persoalan yang berlarut-larut malah hanya akan menimbulkan kericuhan di tengah masyarakat. Kami minta Kapolres Bitung tidak tinggal diam. Harus cepat bertindak sebelum masalah ini semakin besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ichal Mamentu saat dikonfirmasi dan dimintai tanggapannya terkait laporan Forsa Kota Bitung kepadanya atas dugaan pencemaran nama baik. Serta terkait dengan postingan-postingannya di medos yang dinilai menyebarkan provokasi dan bisa bisa memicu kerusuhan antar massa. Ia menjawab, siapapun punya hak untuk melapor.
“Siapapun punya hak untuk melapor pak, postingan yg mana ya? Biar jelas saya mau jawab” kata Ichal saat dihubungi Via WhatsApp, Senin (14/9/2026), malam.
Media ini pun menyampaikan, jika postingan yang dimaksud ada postingan video yang caption-nya ada kalimat preman-preman. Dan postingan caption menantang bertarung diatas ring.
“Kalau bawa preman-preman itu benar dan saya banyak saksi yg lihat mereka datang, dan saya ajak untuk bertarung di atas ring itu benar karena itu pertandingan yang resmi di buat oleh panitia ulangtahun Aertembaga, apakah saya meprokasi? Itu ajakan bertarung di atas ring yang resmi,” jawab Ichal
Ichal juga dengan tegas membantah tudingan jika dirinya telah menyebarkan provokasi.
“Iya saya membatah kalau dituduh provokasi, dan saya sudah laporkan ke polres masalah mereka datang membuat keributan di acara kami,” pungkas Ichal.









Leave a Reply
View Comments