Republish.id, BITUNG – Politisi NasDem Kota Bitung, Alexander Wenas, mengaku mulai was-was setelah dua kejadian yang dialaminya dan rekannya, Ketua Fraksi NasDem DPRD Bitung Ramlan Ifran.
Kekhawatiran itu disampaikan Alexander saat menghadiri pertemuan Komisi I DPRD Kota Bitung bersama Bagian Umum Setda Bitung dan rekanan penyedia konsumsi, Selasa (18/8/2026).
Pertemuan tersebut menindaklanjuti insiden kue panada berisi paku tripleks yang disajikan Bagian Umum kepada tamu undangan dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Senin (17/8/2026).

Ramlan Ifran yang saat itu sedang menyantap panada nyaris menelan paku yang berada di dalam makanan tersebut.
Alexander, yang merupakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bitung, hadir dalam pertemuan tersebut.

Saat diberi kesempatan berbicara, politisi yang akrab disapa Nyong itu langsung menyampaikan kekhawatirannya atas kejadian yang dialami rekan satu fraksinya.
Menurut Alexander, kejadian tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa.
Ia bahkan menyebut keberadaan paku di dalam makanan berpotensi menimbulkan akibat fatal apabila sampai tertelan.
“Saya melihat langsung kejadian itu karena saya duduk berdampingan dengan Pak Haji Olan (Ramlan Ifran). Begitu tahu ada paku di dalam kue, kami yang duduk berjejer langsung meletakkan dus makanan masing-masing,” kata Alexander.
Ia mengatakan, para anggota DPRD yang berada di sekitar Ramlan langsung tidak melanjutkan makanan yang telah dibagikan.
“Karena kami sudah melihat Pak Haji Olan hampir tertelan paku di dalam kue. Spontan kami semua tidak jadi memakan kuenya,” ujarnya.
Alexander meminta Bagian Umum Pemkot Bitung lebih teliti dalam memastikan makanan yang diberikan kepada tamu undangan.
Terlebih, konsumsi tersebut disediakan untuk kegiatan besar yang dihadiri banyak orang.
“Semoga ini bisa jadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi,” katanya.
Namun, Alexander kemudian mengungkapkan pengalaman lain yang membuat dirinya semakin waspada.
Ia mengaku pernah hampir tertusuk jarum atau peniti yang menancap di kursi tempat duduknya saat mengikuti rapat di DPRD Kota Bitung.
Kejadian tersebut, kata dia, kemudian kembali teringat setelah Ramlan nyaris menelan paku dalam kue panada.
“Saya juga pernah hampir tertusuk jarum yang menancap di kursi tempat duduk saya. Dan ketika dirunut lagi dengan insiden yang teman satu partai saya, Pak Haji Olan, saya mulai was-was dan waspada,” ungkapnya.
Alexander bahkan melontarkan kekhawatiran yang cukup serius.
“Jangan-jangan kami Fraksi NasDem ini sudah diincar. Atau jangan sampai kami ini Fraksi NasDem sudah ingin dibunuh, kami tidak tahu lagi,” katanya.
Meski demikian, Alexander berharap pernyataannya tersebut menjadi bahan perhatian dan tidak ada lagi kejadian yang membahayakan anggota DPRD maupun tamu undangan dalam kegiatan pemerintah.
Ia meminta Bagian Umum menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi, terutama dalam pengadaan dan penyajian konsumsi.
Menurutnya, anggaran makan dan minum pada Bagian Umum cukup besar sehingga pengawasan terhadap konsumsi yang disediakan harus dilakukan secara serius.
“Saya ingin Kabag Umum belajar dari kejadian ini. Jangan sampai terulang kembali,” pungkasnya.



















Leave a Reply
View Comments