Ratusan Perangkat Desa di Gorontalo Protes Tuntut Gaji Tertunda

Ratusan perangkat desa melakukan aksi protes yang belum pernah terjadi sebelumnya. Aksi ini digelar pada Senin (09/12) di kompleks Tower Pakaya sebagai bentuk tuntutan atas gaji dan kesejahteraan yang belum dibayarkan selama tiga bulan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). (Foto Istimewa).

Republish.id, GORONTALO – Ratusan perangkat desa melakukan aksi protes yang belum pernah terjadi sebelumnya. Aksi ini digelar pada Senin (09/12) di kompleks Tower Pakaya sebagai bentuk tuntutan atas gaji dan kesejahteraan yang belum dibayarkan selama tiga bulan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

”Aksi ini adalah pertama kali dalam sejarah berdirinya Kabupaten Gorontalo Dimana, seluruh aparat desa turun melakukan aksi untuk menuntut hak kami yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Daerah,” ujar salah seorang orator.

Dalam orasinya, salah satu orator lainnya mengkritik kepemimpinan Bupati Nelson Pomalingo, yang berstatus sebagai seorang profesor.

Baca Juga :  Polres Buol dan Pemda Panen Raya Jagung Kuartal I, Perkuat Swasembada Pangan 2026

“Katanya, kita dipimpin oleh Bupati seorang Profesor, orang yang cerdas tapi hari ini menjadi bukti bahwa Bupati kita tidak mampu mensejahterakan aparatnya,” tegasnya.

Ketua Papdesi Kabupaten Gorontalo, Wowiling Abdullah, turut menyampaikan rasa kecewanya. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa hak para perangkat desa adalah hal utama yang harus diperjuangkan.

“Tidak ada lain yang kita perjuangkan selain ADD, haram bagi kita berbicara yang lain. Saya hadir disini berbicara karena aparat desa saya belum menerima gaji selama 3 bulan,” ujar Wowiling dengan nada penuh emosi.

Baca Juga :  Menkeu Sri Mulyani Beberkan Arahan Prabowo Usai Ratas di Istana Merdeka

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi beberapa perangkat desa yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Saya sedih karena ada perangkat desa saya yang tidak bisa makan dan berstatus janda karena belum menerima gajinya. Wahai Anggota DPRD, lihatlah kami. pertanyaannya dimana hak kami itu. Kalau perlu hari ini kita meminta APH untuk menelusuri hak kami itu,” tambah Wowiling.

Baca Juga :  Kualifikasi Piala Dunia : Indonesia vs Arab Saudi Imbang 1-1

Penundaan pembayaran gaji perangkat desa di Kabupaten Gorontalo bukanlah hal baru. Kasus ini terus berulang, menambah catatan buruk pemerintah daerah dalam satu dekade terakhir.

Massa aksi juga mendesak pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo untuk berdiri bersama mereka dalam memperjuangkan hak yang belum terpenuhi.

“Ayo Pimpinan dan Anggota DPRD, berdirilah didepan kami. Kasihan keluarga kami pak,” teriak salah satu orator lainnya.

Aksi yang diikuti ratusan perangkat desa ini berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini