Republish.id, GORONTALO – Isu keterlambatan gaji tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Gorontalo akhirnya ditanggapi pihak manajemen. Penjelasan resmi ini disampaikan setelah keluhan sejumlah pegawai mencuat ke publik.
Plt Kepala RS Bhayangkara Gorontalo, AKP Lyka Mustika Delima, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran. Namun, ia memastikan bahwa seluruh gaji tetap akan dibayarkan meski proses pencairannya membutuhkan waktu lebih panjang.
“Tidak ada gaji yang tidak dibayarkan, hanya terlambat karena alurnya panjang. RS Bhayangkara belum BLUD sehingga sistemnya masih vertikal,” jelas Lyka, Jumat (29/8).
Lyka memaparkan bahwa setiap pendapatan rumah sakit harus lebih dulu disetorkan ke kas negara sebelum diverifikasi ulang oleh Mabes Polri. Mekanisme inilah yang membuat pembayaran hak nakes kerap tertunda.
“Keterlambatan ini bisa berlangsung hingga dua bulan, tergantung proses administrasi. Informasi ini juga rutin kami sampaikan setiap apel agar pegawai memahami kondisi,” tambahnya.
Selain soal gaji, Lyka juga membantah isu adanya kelangkaan obat di RS Bhayangkara. “Untuk stok obat, tidak ada kekosongan,” tegasnya.
Sementara itu, keluhan keterlambatan gaji sebelumnya diungkapkan oleh salah seorang nakes yang enggan disebutkan namanya.
“Sudah banyak yang keluar karena gaji terlambat, bahkan ada yang sama sekali belum dibayarkan sejak April. Beberapa rekan terpaksa menggadaikan barang pribadi demi bertahan hidup,” ungkapnya.











Leave a Reply
View Comments