Seruan Aksi #PecatWahyuMoridu, Massa Akan Geruduk DPRD Gorontalo

Dalam poster yang beredar, aksi tersebut dijadwalkan pada Senin, 22 September 2025 pukul 10.00 WITA. Massa akan melakukan demonstrasi di dua titik, yakni gedung DPRD Provinsi Gorontalo dan kantor wilayah PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, (Kolase Foto Republish.id).

Republish.id, GORONTALO – Gelombang protes atas viralnya video pernyataan kontroversial oknum anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu (WM), terus meluas. Kali ini, seruan aksi dengan tajuk “Dewan Perampok Rakyat” tersebar luas di media sosial dan grup pesan instan.

Dalam poster yang beredar, aksi tersebut dijadwalkan pada Senin, 22 September 2025 pukul 10.00 WITA. Massa akan melakukan demonstrasi di dua titik, yakni gedung DPRD Provinsi Gorontalo dan kantor wilayah PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo.

Baca Juga :  Sambut Kedatangan Ismet-Risman, Pedagang Bone Bolango: "Torang So Deng IRIS"

Seruan itu membawa tagar #PecatWahyuMoridu sebagai bentuk tuntutan masyarakat agar yang bersangkutan dicopot dari jabatannya. Aksi ini disebut sebagai bentuk kekecewaan publik atas ucapan WM dalam video berdurasi 34 detik, di mana ia menyebut pergi ke Makassar menggunakan uang negara dan mengajak untuk “merampok uang negara”.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa IAIN Gorontalo Gelar Aksi, Tuntut Transparansi Anggaran KKS

Ungkapan tersebut dianggap melukai hati rakyat, terlebih di tengah kondisi masyarakat yang sedang sulit secara ekonomi. Kritik keras pun terus bermunculan, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Sementara itu, Wahyudin Moridu telah menyampaikan permohonan maaf melalui akun Facebook pribadinya. Ia mengakui ucapannya salah dan tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.

Baca Juga :  Empat Anggota Polda Gorontalo Dipecat Tak Hormat, Ini Penjelasan Resmi Kepolisian

“Apapun yg sya lakukan di video in sya akui SALAH dan tidak Menunjukan Etika Seorang Pejabat Publik.Teman2 sya menerima Hujatan dan Cemohan apapun itu atas hal in,Karna murni hal in kesalahan sya,” tulisnya.

Meski begitu, gelombang desakan agar WM segera diberhentikan dari jabatannya masih terus bergema.