Republish.id, SULTENG – Wakil Bupati Buol Nasir Dj. Daimaroto secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Karamat pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Camat Karamat ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buol Tahun 2027.
Acara strategis tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Buol Ryan Nathaniel Kwendy, Sekretaris Bappeda-Litbang Kabupaten Buol Herman Husnan, Camat Karamat Salman T. Launa, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala desa bersama anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Karamat, pimpinan Puskesmas, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, serta perwakilan insan pers.

Dalam pemaparannya, Camat Karamat Salman T. Launa menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk upaya penanganan stunting.
Berdasarkan data Puskesmas Karamat hingga Januari 2026, tercatat 68 kasus stunting yang tersebar di beberapa desa, yakni Desa Lamakan (10 kasus), Busak (17 kasus), Busak I (26 kasus), Monano (2 kasus), Baruga (4 kasus), Mokupo (4 kasus), dan Mendaan (5 kasus). Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 75 kasus.
Camat Karamat juga menjelaskan bahwa wilayahnya merupakan salah satu dari sebelas kecamatan di Kabupaten Buol yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Buol Nomor 21 Tahun 2007. Kecamatan ini mencakup tujuh desa, yakni Mendaan, Mokupo, Baruga, Monano, Busak, Busak II, dan Lamakan, dengan luas wilayah sekitar 113,09 kilometer persegi.
Wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor pertanian, perikanan, serta pariwisata pantai yang diyakini mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara optimal.
Selain itu, Camat Karamat juga memaparkan sejumlah usulan prioritas pembangunan yang telah dihimpun dari masyarakat, salah satunya pembangunan pengaspalan jalan lingkar lapangan Desa Busak I yang akan menjadi lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Buol pada tahun mendatang.
Ketua DPRD Kabupaten Buol Ryan Nathaniel Kwendy menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum penting untuk menyelaraskan visi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Ia juga menyampaikan komitmen DPRD untuk terus mengawal aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Bappeda-Litbang Kabupaten Buol Herman Husnan menjelaskan bahwa Musrenbang kecamatan berfungsi untuk melakukan penajaman, penyelarasan, serta klarifikasi terhadap berbagai usulan kegiatan prioritas dari tingkat desa yang nantinya akan diintegrasikan dalam RKPD Kabupaten Buol Tahun 2027.
Ia juga memaparkan visi pembangunan daerah, yaitu “Mewujudkan Buol Agamis sebagai Daerah Agropolitan yang Maju dan Berkelanjutan”, yang dijabarkan melalui sejumlah misi strategis, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel, stabilitas keamanan daerah, pelestarian lingkungan hidup, pemerataan pembangunan berbasis perdesaan, serta peningkatan infrastruktur daerah.
Berdasarkan data dari aplikasi Sistem Informasi Perencanaan dan Pembangunan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI), seluruh kecamatan di Kabupaten Buol telah mengajukan sebanyak 1.173 usulan program pembangunan. Khusus Kecamatan Karamat, terdapat 28 usulan kegiatan yang menjadi prioritas untuk tahun 2027.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buol Nasir Dj. Daimaroto menegaskan bahwa Musrenbang merupakan sarana penting untuk memastikan proses perencanaan pembangunan berjalan secara partisipatif, terarah, dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan bahwa setiap perencanaan pembangunan harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Buol, kebijakan pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, serta program prioritas nasional.
Selain itu, Wakil Bupati mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menuntut pemerintah untuk lebih disiplin, cermat, dan bijaksana dalam mengelola anggaran dengan mengedepankan prinsip efisiensi serta memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Beberapa program prioritas nasional yang menjadi perhatian pemerintah daerah antara lain program makan bergizi gratis bagi anak sekolah, penguatan koperasi Merah Putih, penyelenggaraan sekolah rakyat, cek kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, penguatan ketahanan pangan daerah, serta pengendalian inflasi.
Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Buol juga terus mendorong sejumlah program strategis, seperti Program Buol Terang untuk pemerataan akses listrik hingga ke desa terpencil, pengembangan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) guna memperluas akses pendidikan tinggi, serta pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Buol Hebat yang bertujuan menyiapkan tenaga kerja terampil dan kompetitif.
Melalui pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Karamat tahun ini, diharapkan seluruh usulan program pembangunan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buol.













Leave a Reply
View Comments