Republish.id, SULTENG – Dugaan beredarnya makanan tidak layak konsumsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buol memantik reaksi keras dari LSM Gerakan Rakyat (Gerak). Sekretaris DPC LSM Gerak, H. Rasyid, mendesak Bupati Buol Richaryudi Triwibowo segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
LSM Gerak menilai persoalan ini bukan sekadar insiden teknis, melainkan indikasi kegagalan serius dalam rantai distribusi dan sistem pengawasan MBG. Mereka meminta seluruh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di Kabupaten Buol dievaluasi, dengan menyoroti tiga titik krusial yang dianggap menjadi akar persoalan.
Pertama, kerusakan pada rantai pasok. “Mengapa makanan bisa busuk? Apakah karena pengiriman terlambat, penyimpanan tidak memenuhi standar suhu, atau jarak distribusi tidak didukung dengan pengamanan yang tepat? Ini harus ditemukan akar penyebabnya,” tegas H. Rasyid.
Kedua, kualitas vendor yang dinilai tidak terjamin. LSM Gerak mendesak pemerintah daerah meninjau ulang seluruh kontrak dengan pihak ketiga, termasuk dapur umum penyedia MBG. Mereka menduga bahan baku yang digunakan sudah tidak segar sejak tahap pembelian awal.
Ketiga, lemahnya pengawasan di tingkat kecamatan. “Seharusnya ada tim verifikasi yang mengecek kelayakan makanan sebelum dibagikan. Namun kenyataannya, makanan busuk tetap sampai ke tangan anak-anak – ini menunjukkan sistem pengawasan yang tidak berfungsi,” ujarnya.
Tak hanya menuntut evaluasi, LSM Gerak juga mendorong dilakukannya audit investigatif oleh Inspektorat Daerah untuk menelusuri alokasi anggaran, proses pengadaan bahan pangan, hingga jalur distribusi sampai ke kecamatan.
Mereka juga meminta sanksi tegas diterapkan tanpa ragu, termasuk pemutusan kontrak vendor yang terbukti lalai serta pemberian teguran keras hingga sanksi kepada pejabat kecamatan yang dianggap membiarkan distribusi makanan busuk berlangsung.
Sebagai bentuk penguatan pengawasan publik, LSM Gerak turut meminta Pemerintah Kabupaten Buol membuka secara transparan data seluruh vendor MBG beserta jadwal distribusinya. Langkah ini dinilai penting agar jurnalis dan masyarakat dapat ikut melakukan pemantauan secara real-time.
“Jika tidak segera ditangani dengan serius, risiko keracunan massal akan terulang kembali. Ini bukan soal program semata – ini menyangkut nyawa dan kesehatan anak-anak kita,” tandas H. Rasyid.










Leave a Reply
View Comments