Ajak Bantu Prabowo-Gibran, TKN Harap PDI Perjuangan Tak jadi Oposisi

Ahmad Muzani.(Foto : Gerindra.id)

Repulish.id, NASIONAL – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran berharap PDI Perjuangan (PDIP) tidak jadi oposisi bila Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia lima tahun kedepan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Koordinator Strategis TKN Prabowo-Gibran, Ahmad Muzani melansir Bisnis.com, Jumat (16/2/2024).

Baca Juga : Pengamat Politik : PDI-P Bakal Tolak Pinangan Prabowo dan Jadi Oposisi jika Kalah di Pilpres

Menurut Muzani, Prabowo-Gibran tidak bisa membangun Indonesia sendirian, butuh bantuan dari banyak tokoh nasional. Pihaknya, kata dia, bakal menemui PDI-Perjuangan dan mengajaknya bersatu ke dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Pak Prabowo dan Mas Gibran kan punya keinginan untuk merangkul semua kekuatan untuk membangun Indonesia, makanya kami akan lakukan itu,” kata Muzani mengutip Bisnis.com, Jumat (16/2/2024).

Baca Juga :  Proyek Jalan Desa Tanjung Buaya Terbengkalai, Kontraktor Kabur Tanpa Jejak

Muzani juga mengaku telah mendapat perintah langsung dari Prabowo Subianto untuk berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan partai pendukung maupun bukan pendukung.

Hal tersebut bertujuan untuk merangkul semua partai politik guna membangun Indonesia bersama-sama.

Baca Juga : Bawaslu RI : Sebanyak 2.413 TPS Berpotensi Gelar Pemungutan Suara Ulang

Bagiamana sikap PDIP? dikabarkan sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memastikan bahwa partainya telah siap untuk menjadi oposisi.

Dirinya juga mengungkapkan terkait dugaan manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2009 sehingga wakil rakyat di DPR membentuk hak angket.

Baca Juga :  Lantik Pantarlih Pilkada 2024, Zamaludin Djuka Tekankan Pentingnya Profesionalitas Kerja

Kondisi tersebut, kata Hasto, memunculkan kesadaran perlindungan terhadap hak konstitusional warga negara untuk memilih meskipun hal itu terjadi lagi saat Pemilu 2024.

Banyak pemilih di luar negeri tidak bisa melaksanakan hak pilihnya karena faktor teknis administratif, sehingga perlawanan ini menyangkut hal yang fundamental.

“Kecurangan dari hulu ke hilir memang benar terjadi. Hanya saja kita berhadapan dengan dua hal. Pertama, pihak yang ingin menjadikan demokrasi ini sebagai kedaulatan rakyat tanpa intervensi manapun,” paparnya.

“Kemudian, pihak yang karena ambisi kekuasaan dan ini diawali dari rekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi,” sambung Hasto.

Baca Juga :  Hadiri Doa Akbar dan Milad ke III Yayasan Ilmu Ilomata, Begini Kata Asisten III Pemprov Gorontalo

Lebih lanjut Hasto mengatakan, selain berjuang di di DPR, pihaknya juga akan berjuang lewat jalur partai. Sebab, menurutnya, apa pun yang terjadi dalam dinamika politik nasional, PDI Perjuangan merasa punya kewajiban untuk menyampaikan apa yang terjadi kepada rakyat.

Hasto mengatakan, PDI Perjuangan akan berjuang bersama gerakan masyarakay sipil prodemokrasi yang saat ini menurut Hasto jumlahnya lebih banyak dibanding pada Pemilu 2009.(*)

 

*Artikel ini telah tayang sebelumnya di Bisnis.com dengan judul : TKN Prabowo-Gibran Minta PDIP Jangan Menjadi Oposisi.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini