Eropa Kompak Tolak Tekanan Trump, Enggan Terseret Konflik di Selat Hormuz

President Donald Trump talks to reporters in the Oval Office on Jan. 30, 2025. (Chip Somodevilla/Getty Images)

Republish.id, INTERNASIONAL – Sejumlah negara Eropa secara tegas menolak desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz. Sikap ini menegaskan bahwa Eropa tidak ingin terlibat langsung dalam eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa negara-negara anggota tidak memiliki keinginan untuk terjun ke aksi militer terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan para Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussels, Belgia.

Ia menegaskan bahwa Eropa “tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran”.

Baca Juga :  MA AS Batalkan Tarif Trump, Dana Rp 2.955 Triliun Terancam Dikembalikan ke Importir!

Kallas juga menekankan bahwa kawasan Eropa tidak tertarik untuk terlibat dalam konflik berkepanjangan. Ia menyebut bahwa perang melawan Iran bukanlah kepentingan Eropa. Fokus utama Uni Eropa saat ini, lanjutnya, adalah menjaga keamanan maritim dan memastikan kebebasan navigasi, sembari terus mendorong jalur diplomasi.

“tidak tertarik pada perang tanpa akhir” dan “perangnya Eropa” bukanlah konflik tersebut.

Lebih lanjut, Kallas menegaskan bahwa misi yang sudah berjalan, seperti Operasi Aspides di Laut Merah, tidak akan diperluas hingga ke Selat Hormuz.

“Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini,” tegasnya.

Sikap serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani. Ia menyebut bahwa misi angkatan laut Uni Eropa yang berfokus pada pengawalan kapal dagang dan operasi antipembajakan tidak dirancang untuk menjangkau Selat Hormuz.

Baca Juga :  Danantara Akuisisi Hotel dan Lahan Strategis di Mekkah, Bidik Layanan Jemaah Haji–Umrah Indonesia

“Kami bersedia memperkuat misi-misi ini. Tetapi saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz,” ujarnya.

Jerman turut menolak keterlibatan militer di kawasan Teluk. Kanselir Friedrich Merz menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengirimkan pasukan, dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur politik.

“tidak akan melakukannya”

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menolak tekanan dari Washington. Ia menegaskan bahwa Inggris tidak akan terseret ke konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Transisi Teheran! Alireza Arafi Resmi Pimpin Iran Sementara, Apa Langkah Selanjutnya?

“tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas”

Penolakan juga datang dari Polandia dan Belgia. Kedua negara menegaskan bahwa mereka tetap mengedepankan diplomasi serta stabilitas kawasan ketimbang keterlibatan militer.

Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski bahkan mengkritik pernyataan Trump terkait NATO, sementara Menteri Luar Negeri Belgia Bart De Wever menegaskan negaranya tidak akan ikut dalam serangan bersama AS dan Israel.

Situasi ini menunjukkan soliditas sikap negara-negara Eropa yang memilih jalur diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini