Kasus TBC di Kabupaten Gorontalo Tembus 1.020, Pemda Siapkan Langkah Kolaboratif

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, (Foto Istimewa).

Republish.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo kini menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka tuberkulosis (TBC). Data Dinas Kesehatan mencatat 1.020 kasus positif, sementara jumlah suspek mencapai sekitar 7.800 orang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menegaskan bahwa penanganan TBC harus menjadi perhatian utama lintas sektor, bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Atasi Banjir di Tenilo, BWS Sulawesi II Gorontalo Kucurkan Anggaran 11 Milyar

“Penanganannya ini harus kolaboratif, bukan hanya dinas kesehatan saja. Kita harus bergerak bersama untuk menekan penyakit ini di Kabupaten Gorontalo,” tegas Sugondo usai Rapat Koordinasi Terkait Penyampaian Progres Indikator Penuntasan TBC di Daerah, Selasa, (9/9/25).

Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menjadi negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia, sehingga upaya penanganan harus lebih serius dan terstruktur.

Baca Juga :  Mahasiswa UNG Geruduk Rudis Gubernur, Desak Dialog Langsung dengan Gusnar
Rapat Koordinasi Terkait Penyampaian Progres Indikator Penuntasan TBC di Daerah, Selasa, (9/9/25), (Foto Istimewa).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase, menyebut masih ada indikator penanganan yang belum maksimal, salah satunya Rencana Aksi Daerah (RAD).

Baca Juga :  Iskandar Mangopa Terpilih Aklamasi Pimpin DPD Golkar Kabupaten Gorontalo 2025–2030

“Ada dua indikator yang belum maksimal salah satunya RAD (Rencana Aksi Daerah). Kalau tidak diindahkan mungkin kita akan dapat teguran Mendagri,” kata Ismail.

“Besok rencananya akan ada rapat menindaklanjuti hal ini. Jadi OPD yang leading sektornya kesehatan, Bappeda, dan Inspektorat ada langkah penanganannya masing-masing,” pungkasnya.