Republish.id, GORONTALO – Sebuah konflik pribadi antara warga sipil dan oknum TNI yang sempat memanas di Pohuwato akhirnya berhasil diredam. Proses mediasi yang difasilitasi Kodim 1313 Pohuwato berujung pada kesepakatan damai antara kedua pihak.
Insiden bermula dari perselisihan berlatar belakang asmara, yang kemudian berkembang menjadi dugaan tindakan kekerasan fisik terhadap Amaludin Korompot (36), warga Desa Bintauna, Bolmut.
Meskipun luka dan trauma dialami oleh pihak korban, penyelesaian secara kekeluargaan tetap ditempuh. Dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama, kedua pihak menyepakati tidak melanjutkan perkara ini ke jalur hukum.
Salah satu poin pentingnya adalah pengembalian barang bukti berupa senjata tajam dan pemberian santunan sebesar Rp3 juta oleh pihak terduga pelaku kepada korban.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa kedua pihak sepakat menyelesaikan konflik secara damai.

Isi pokok dari surat tersebut menyatakan:
• “Pihak PERTAMA dan KEDUA sepakat menyelesaikan masalah yang terjadi secara damai sebagaimana mediasi yang telah disepakati.”
• “Pihak PERTAMA berjanji tidak akan melakukan pengancaman terhadap masyarakat yang memicu permasalahan.”
• “Pihak PERTAMA bersedia menyerahkan Barang Bukti Sajam (Badik) di Kantor Unit Intel Kodim 1313/Phw.”
• “Apabila kedua belah pihak di kemudian hari tidak menepati kesepakatan tersebut di atas maka kedua belah pihak siap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.”
• “Pihak KEDUA bersedia untuk memberikan santunan dan biaya pengobatan kepada pihak PERTAMA sebesar Rp. 3.000.000, sesuai dengan permintaan pihak PERTAMA.”
Pernyataan ini ditandatangani dan di hadapan saksi-saksi dan dilengkapi materai resmi.
Kodim 1313 juga menunjukkan sikap terbuka dengan permintaan maaf resmi dari Komandan Kodim, Letkol Inf. Madyan Surya. S.Hub.,Int.,M.Han
“Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan yang dilakukan oleh anggota kami. Kami menyesalkan kejadian ini dan memastikan bahwa seluruh proses mediasi dilakukan secara adil dan transparan,” ujarnya dengan tegas.
Ia menegaskan komitmen institusinya untuk mengevaluasi dan membina anggotanya secara berkelanjutan, serta menjamin tindakan sesuai hukum militer jika ditemukan pelanggaran lebih lanjut.
“Kodim 1313 berkomitmen menjaga kehormatan institusi dan akan terus melakukan pembinaan serta evaluasi terhadap seluruh prajurit kami,” pungkasnya.











Leave a Reply
View Comments