Kemenlu RI : GNB Sepakat Dukung Penuh Perjuangan Palestina

Wakil Menteri Luar Negeri RI Pahala Nugraha Mansury. (Foto : detik.com)

JAKARTA, Republish.id – Perjuangan Palestina untuk melawan pendudukan Israel mendapatkan dukungan penuh dari  Gerakan Non-Blok (GNB), termasuk Indonesia.

Melansir Al Jazeera, dukungan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Pahala Mansury  pada KTT GNB ke-19 di Kampala. 

Para anggota GNB, kata Mansury, telah membahas dan menyepakati beberapa poin terkait perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza. 

“Kami sudah putuskan melalui pertemuan Kementerian GNB dan KTT dukungan (kami) terhadap negara Palestina dan juga rakyat Palestina,” katanya kepada Al Jazeera. 

Kata Mansury, GNB perlu memastikan adanya gencatan senjata segera, tidak hanya untuk memastikan bahwa kita benar-benar menghentikan serangan dan kekejaman yang terjadi terhadap rakyat Palestina.

Juga untuk memastikan adanya kemungkinan untuk memberikan dukungan tanpa hambatan dan berkelanjutan bagi kemanusiaan. 

Baca Juga :  Antusiasme Warga Timuato Sambut Roni-Adnan di Tengah Guyuran Hujan

“Kita harus memastikan ada akuntabilitas, tidak hanya memberikan dukungan kepada Afrika Selatan di Mahkamah ICJ, namun Indonesia saat ini sedang dalam proses memberikan pernyataan tertulis kepada ICJ yang diamanatkan oleh Majelis Umum PBB,” ungkap Mansury.

Kami berdiskusi bagaimana kita dapat memastikan bahwa kita memiliki solusi dua negara yang berkelanjutan dan apa jalan menuju solusi tersebut,” paparnya. 

Sebelumnya, para pemimpin negara-negara GNB mengecam kampanye militer Israel di Gaza dan menuntut gencatan senjata segera di sana.

Sebelumnya, Israel melancarkan serangannya di Gaza setelah serangan kelompok militan Islam Hamas pada 7 Oktober.

Menurut para pejabat Israel, lebih dari 1.200 warga Israel dan orang asing terbunuh dan 240 orang disandera dalam serangan tersebut.

Baca Juga :  AS Tetapkan Presiden Venezuela dan Sekutu sebagai Organisasi Teroris Asing, Ketegangan Meningkat

Kampanye militer tersebut telah menewaskan lebih dari 24.000 warga Palestina.

“Sejak 7 Oktober kita telah menyaksikan salah satu tindakan genosida paling kejam yang pernah tercatat dalam sejarah,” kata Wakil Presiden Kuba, Salvador Valdes Mesa, dalam pidatonya di hadapan para delegasi.

“Bagaimana negara-negara Barat, yang mengaku sangat beradab, membenarkan pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak di Gaza, pemboman tanpa pandang bulu terhadap rumah sakit dan sekolah, serta perampasan akses terhadap air dan makanan yang aman?” ungkapnya. 

Moussa Faki Mahamat, ketua komisi Uni Afrika, menyerukan segera diakhirinya apa yang disebutnya ‘perang tidak adil terhadap rakyat Palestina.’ 

Hampir semua negara di Afrika tergabung dalam GNB, yang mencakup hampir separuh anggotanya, sementara anggota lainnya berkisar dari India dan Indonesia hingga Arab Saudi dan Iran, Chile, Peru dan Kolombia. 

Baca Juga :  Pembangunan IKN Berlanjut: Anggaran Rp 48,8 Triliun Disetujui, Target 2028 Jadi Ibu Kota Politik

Israel mengatakan pihaknya bertindak untuk membela diri dan menolak tuduhan genosida, termasuk dalam kasus yang diajukan oleh Afrika Selatan di pengadilan tinggi PBB. 

Berbicara pada pertemuan puncak tersebut, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan perang di Gaza telah menunjukkan ketidakmampuan PBB, khususnya Dewan Keamanan, di mana Amerika Serikat telah memveto beberapa resolusi yang kritis terhadap Israel. 

“Kita harus membangun sistem pemerintahan global yang adil dan merata, dan memiliki kapasitas untuk menanggapi kebutuhan semua orang dalam situasi ancaman dan kerugian,”kata Ramaphosa.(*)

 

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com dengan judul “Gerakan Non-Blok Sepakat untuk Dukung Palestina”. Untuk selengkapnya kunjungi : https://international.sindonews.com/read/1303199/40/gerakan-non-blok-sepakat-untuk-dukung-palestina-1705752071

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."