Prabowo Ungkap Indonesia Rugi Rp134 Triliun per Tahun Akibat Judi Online

Foto: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2025, yang berlangsung di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, pada Jumat (31/10). (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Republish.id, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya kerugian ekonomi yang dialami Indonesia akibat maraknya praktik judi online. Dalam forum internasional APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 yang digelar di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Sabtu (1/11), Prabowo menyebut negara kehilangan sekitar US$ 8 miliar atau setara Rp134 triliun setiap tahun akibat aktivitas ilegal tersebut.

Baca Juga :  8.000 Prajurit TNI Siap Dikirim ke Gaza, MUI Ingatkan Risiko Politik dan Moral

“Kami sedang menangani serius maraknya perjudian online. Kami rugi dan diperkirakan kehilangan US$ 8 miliar dalam setahun hanya dengan arus keluar dari judi online,” kata Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (2/11/2025).

Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara anggota APEC untuk menekan berbagai bentuk kejahatan lintas batas, seperti penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, serta perjudian daring yang merugikan ekonomi nasional.

Selain menyoroti persoalan tersebut, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan dan keterampilan digital masyarakat. Ia menilai pemberdayaan usaha kecil dan penguatan sistem kesehatan menjadi langkah penting menghadapi perubahan demografi yang terus berkembang.

Baca Juga :  Dua Polisi di Semarang Peras Pasangan Muda-Mudi, Kini Terancam Dipecat

Dalam pidatonya, Prabowo turut menegaskan tekad untuk menuntaskan masalah kemiskinan dan kelaparan melalui langkah cepat dan terukur. Menurutnya, kedua persoalan itu menjadi tugas paling mendesak dalam agenda pembangunan nasional.

“Kami merasa Indonesia adalah tertinggal dari negara-negara anggota APEC di bidang pendidikan. Ini adalah tujuan yang sangat objektif dan saya percaya Indonesia harus menghadapi kekurangan tersebut,” paparnya.

Baca Juga :  Hasil Pilpres Sementara, KPU : Prabowo Unggul 56.36 persen, Anies 25.57 persen, Ganjar 18.07 Persen

Melalui forum APEC 2025 ini, Indonesia menegaskan posisinya untuk terus memperkuat kerja sama internasional demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.